30 C
Jakarta
Rabu, Juli 29, 2026
BerandaKATA EKBISUMKMAngkringan British Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris dan Pemberdayaan UMKM

Angkringan British Ubah Cara Belajar Bahasa Inggris dan Pemberdayaan UMKM

Balangan – Upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat sekaligus memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melahirkan inovasi baru di Kabupaten Balangan. Melalui konsep Angkringan British, masyarakat diajak belajar bahasa Inggris dalam suasana santai sambil menikmati kuliner lokal.

Program yang resmi beroperasi sejak 2 Januari 2024 ini mengusung slogan “Eat, Chill, Learn”. Konsep tersebut menghadirkan ruang belajar yang interaktif, nyaman, dan terbuka bagi seluruh kalangan.

Inovator Angkringan British, Annisa Norrahmah, mengatakan inovasi tersebut hadir sebagai solusi atas rendahnya kemampuan bahasa Inggris masyarakat di Kabupaten Balangan.

Menurut Annisa, sejumlah kendala masih menjadi penghambat, mulai dari terbatasnya waktu pembelajaran di sekolah, minimnya kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris, biaya kursus yang relatif mahal, hingga anggapan bahwa bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan.

“Melalui pendekatan nonformal, Angkringan British berupaya mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif,” ujarnya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, konsep Angkringan British memadukan aktivitas kuliner berbasis UMKM dengan pembelajaran bahasa Inggris. Selain mengikuti Free English Class yang digelar gratis setiap hari Minggu, pengunjung juga dapat langsung mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris saat melakukan transaksi jual beli pada hari Jumat dan Minggu.

Pendekatan experiential learning yang diterapkan dinilai mampu membuat proses belajar terasa lebih alami. Cara ini juga membantu peserta membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Tak hanya itu, Angkringan British menghadirkan berbagai inovasi pendukung, seperti penggunaan nama menu dalam bahasa Inggris, penerapan British Card yang berfungsi sebagai kartu identitas sekaligus memberikan potongan harga, hingga menjalin kolaborasi dengan berbagai pelaku UMKM lokal.

“Selain memperluas akses pembelajaran, inovasi ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penggunaan bahan baku lokal, sistem konsinyasi dengan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja bagi mahasiswa dan ibu rumah tangga. Hasilnya, usaha ini berhasil mencapai Break Even Point (BEP) hanya dalam waktu sekitar dua bulan sejak beroperasi,” ungkapnya.

Sejak diluncurkan, Angkringan British telah memberikan manfaat kepada lebih dari 600 peserta melalui program Free English Class, praktik transaksi menggunakan bahasa Inggris, serta beragam kegiatan edukasi yang melibatkan UMKM.

Annisa menuturkan, gagasan tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan metode belajar bahasa Inggris yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa belajar bahasa Inggris itu sulit dan hanya bisa dilakukan di ruang kelas. Melalui Angkringan British, masyarakat dapat belajar sambil menikmati suasana yang santai, berinteraksi secara langsung, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang berani menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari karena belajar akan terasa lebih mudah ketika dipraktikkan langsung,” kata Annisa.

Baca Juga

Bikin Pesaing Ketar-ketir, Freelander 8 dibekali Snapdragon 8397 hingga Teknologi AI

Chery-JLR kembali mengungkap detail terbaru SUV Freelander 8, kali...

LEPAS L8 Debut di Indonesia, SUV Hybrid Premium Dibanderol Rp589 Juta

Jakarta - LEPAS Indonesia resmi mengumumkan harga LEPAS L8,...

Siapa Perry Warjiyo? Ini Sosok Gubernur BI Dua Periode yang Memilih Mundur

Jakarta - Pemerintah mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari...

SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Segmen Ritel Jadi Penyumbang Pendapatan Terbesar

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini