28.6 C
Jakarta
Kamis, Juli 30, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHGunung Rinjani Ditutup, Pelaku Wisata Bangun Jalur Aman Demi Buka Pendakian Kembali

Gunung Rinjani Ditutup, Pelaku Wisata Bangun Jalur Aman Demi Buka Pendakian Kembali

Rinjani – Keputusan pemerintah untuk menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani setelah serangkaian insiden yang menimpa pendaki asing, termasuk meninggalnya seorang pendaki asal Brasil, menuai respons keras dari para pelaku wisata lokal. Penutupan ini dinilai berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pendakian.

Para pelaku wisata seperti tracking organizer (TO), pemandu, dan porter kini bergerak sendiri mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalur-jalur rawan secara swadaya. Melalui grup WhatsApp Forum TO Rinjani, mereka melakukan penggalangan dana sukarela guna memperkuat jalur Plawangan menuju Danau Segara Anak, yang disebut sebagai titik paling berisiko.

“Kami sudah memasang pipa besi di beberapa titik berbahaya, terutama dari Plawangan ke arah Danau. Semua dilakukan secara gotong royong, tanpa bantuan pemerintah,” ungkap Rozak, salah satu pengelola TO di kawasan Sembalun, Selasa (22/7).

Melansir dari laman beritasatu, langkah kolektif ini menjadi bentuk solidaritas dan harapan agar jalur pendakian dapat kembali dibuka secara bertahap. Menurut Rozak, penutupan total tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing jalur sangat merugikan masyarakat lokal.

Sejak penutupan diberlakukan, aktivitas wisata di sekitar Rinjani nyaris terhenti. Rozak menyebut lebih dari 200 operator pendakian terpaksa menghentikan kegiatan, yang berdampak langsung pada ribuan pekerja seperti porter, guide, hingga pemilik penginapan dan warung di kaki gunung.

“Bayangkan, dari porter, pemandu, tukang ojek, sampai pedagang kecil—semuanya kehilangan penghasilan. Penutupan total membuat kami seperti kehilangan napas,” ujarnya.

Meski terdampak, pelaku wisata tidak sepenuhnya menolak kebijakan penutupan. Mereka tetap mendukung upaya peningkatan keselamatan pendakian, namun menolak jika seluruh jalur ditutup tanpa kajian teknis per jalur.

“Kami mendukung penataan dan peningkatan standar keamanan. Tapi menutup semua jalur tanpa pengecualian, itu tidak adil. Masih banyak jalur yang aman dilalui dengan pengawasan,” tegas Rozak.

Ia menyebut beberapa jalur seperti Timbanuh, Aik Berik, dan sebagian jalur Senaru masih cukup layak untuk digunakan, asalkan dilengkapi dengan prosedur keselamatan dan pengawasan ketat. Penutupan total dianggap menyamaratakan kondisi medan yang sejatinya sangat beragam.

Langkah gotong royong para pelaku wisata ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan—antara menjaga keselamatan pendaki dan mempertahankan kelangsungan hidup ekonomi masyarakat lokal.

Baca Juga

Belanja Perjalanan Dinas Pemerintah Turun 50 Persen, Instansi Mana Paling Besar?

Jakarta - Belanja perjalanan dinas kementerian dan lembaga pemerintah...

Viral Siswa dan Guru Seberangi Sungai Pakai Tali Demi Bisa Sekolah

Aceh - Pemerintah Aceh meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana...

Kemenaker Siapkan 270 Ribu Pelatihan Gratis untuk Pencari Kerja

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memperkuat upaya peningkatan kualitas...

Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Jakarta - Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan...

Survei SMRC: Kepercayaan Publik terhadap Koperasi Merah Putih Masih Rendah

Jakarta - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini