30.4 C
Jakarta
Rabu, September 9, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIAsita Soroti Pemangkasan Anggaran Kemenparekraf, Target Wisatawan 2025 Terhambat?

Asita Soroti Pemangkasan Anggaran Kemenparekraf, Target Wisatawan 2025 Terhambat?

Jakarta – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai bahwa pemangkasan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat berdampak signifikan terhadap pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditetapkan sebanyak 16 juta orang pada tahun 2025.

Menurut Asita, pengurangan anggaran ini bisa menghambat optimalisasi strategi promosi pariwisata Indonesia di tingkat global. Berdasarkan laporan, anggaran Kemenparekraf pada 2025 mengalami pemotongan sekitar 40% dari total pagu yang telah disepakati sebelumnya, yaitu Rp 1,4 triliun.

Sekretaris Jenderal DPP Asita, Budianto Ardiansyah, kekhawatirannya terkait pemangkasan anggaran tersebut. Ia menyoroti kemungkinan berkurangnya efektivitas dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke wisatawan internasional.

“Dari target 16 juta wisatawan pada 2025, kami di Asita tetap berharap bisa tercapai semuanya. Kita sebagai asosiasi dan industri wisata dengan bantuan atau tanpa bantuan pemerintah, tetap harus melakukan promosi pariwisata,” ujar Budianto dikutip dalam laman berita satu pada Sabtu (08/02)

Ia mempertanyakan apakah Kemenparekraf masih dapat menjalankan program promosi dengan efektif setelah anggaran mereka dikurangi. Pasalnya, promosi merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

Budianto juga menyoroti ketidaksesuaian antara peningkatan target kunjungan wisman yang ditetapkan pemerintah dengan pemangkasan anggaran untuk sektor tersebut.

“Target kunjungan wisman ditingkatkan, tetapi anggaran justru dikurangi, ini menjadi kontradiktif,” tambahnya.

Meskipun Asita memahami kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Budianto menekankan bahwa dana yang telah dipangkas harus dialokasikan secara tepat dan efektif agar manfaatnya tetap bisa dirasakan oleh sektor pariwisata.

“Pemangkasan anggaran Kemenpar pastinya berpengaruh pada dunia pariwisata, khususnya sektor jasa perjalanan wisata. Apalagi sektor pariwisata menjadi salah satu yang menopang perekonomian. Kami yang bergerak di bidang pariwisata pasti berdampak pada pemotongan anggaran ini,” pungkasnya.

Baca Juga

Pemerintah Kejar Target Lindungi Sawah, Banten dan Bali Jadi Sorotan

Jakarta - Pemerintah terus mempercepat perlindungan lahan pertanian guna...

Karhutla Bisa Gerus Ekonomi hingga Rp123,1 Triliun

katafoto.id, Jakarta  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang...

Balita dan Anak Banyak Terdampak, Kasus ISPA Riau Tembus 10.783 Kasus

Riau - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 10.783...

Mentan Amran Bongkar Penyebab Harga Beras Melonjak, Ada Dugaan Manipulasi Harga

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan...

Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari Kedua

Banten - Operasi pencarian rombongan speedboat yang hilang kontak...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini