32 C
Jakarta
Rabu, Juni 10, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIAsita Soroti Pemangkasan Anggaran Kemenparekraf, Target Wisatawan 2025 Terhambat?

Asita Soroti Pemangkasan Anggaran Kemenparekraf, Target Wisatawan 2025 Terhambat?

Jakarta – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menilai bahwa pemangkasan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dapat berdampak signifikan terhadap pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditetapkan sebanyak 16 juta orang pada tahun 2025.

Menurut Asita, pengurangan anggaran ini bisa menghambat optimalisasi strategi promosi pariwisata Indonesia di tingkat global. Berdasarkan laporan, anggaran Kemenparekraf pada 2025 mengalami pemotongan sekitar 40% dari total pagu yang telah disepakati sebelumnya, yaitu Rp 1,4 triliun.

Sekretaris Jenderal DPP Asita, Budianto Ardiansyah, kekhawatirannya terkait pemangkasan anggaran tersebut. Ia menyoroti kemungkinan berkurangnya efektivitas dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke wisatawan internasional.

“Dari target 16 juta wisatawan pada 2025, kami di Asita tetap berharap bisa tercapai semuanya. Kita sebagai asosiasi dan industri wisata dengan bantuan atau tanpa bantuan pemerintah, tetap harus melakukan promosi pariwisata,” ujar Budianto dikutip dalam laman berita satu pada Sabtu (08/02)

Ia mempertanyakan apakah Kemenparekraf masih dapat menjalankan program promosi dengan efektif setelah anggaran mereka dikurangi. Pasalnya, promosi merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

Budianto juga menyoroti ketidaksesuaian antara peningkatan target kunjungan wisman yang ditetapkan pemerintah dengan pemangkasan anggaran untuk sektor tersebut.

“Target kunjungan wisman ditingkatkan, tetapi anggaran justru dikurangi, ini menjadi kontradiktif,” tambahnya.

Meskipun Asita memahami kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Budianto menekankan bahwa dana yang telah dipangkas harus dialokasikan secara tepat dan efektif agar manfaatnya tetap bisa dirasakan oleh sektor pariwisata.

“Pemangkasan anggaran Kemenpar pastinya berpengaruh pada dunia pariwisata, khususnya sektor jasa perjalanan wisata. Apalagi sektor pariwisata menjadi salah satu yang menopang perekonomian. Kami yang bergerak di bidang pariwisata pasti berdampak pada pemotongan anggaran ini,” pungkasnya.

Baca Juga

Program Makan Gratis Masuk Wilayah 3T, BGN Andalkan Kantin dan Dapur CSR

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah skema...

Inhealth Tampil dengan Wajah Baru dan Perkuat Ekosistem Perlindungan

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth), anak...

Prasetyo Hadi Buka Suara soal Rumor Pergantian Menkeu dan Gubernur BI

Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan...

Prabowo Beri Peringatan Tegas, Semua Pejabat Diminta Segera Benahi Diri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto terus mengingatkan seluruh pejabat...

Elara Skin Perkenalkan Inovasi Exosome, Hadirkan Rutinitas Skincare yang Lebih Praktis

Jakarta - Skincare lokal Elara Skin Indonesia resmi diperkenalkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini