32.2 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIIlham Habibie Peringatkan Bahaya Tsunami Impor terhadap Industri Nasional

Ilham Habibie Peringatkan Bahaya Tsunami Impor terhadap Industri Nasional

Tangerang – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menyampaikan peringatan serius terkait membanjirnya barang impor ke Indonesia. Menurutnya, arus masuk produk asing yang tak terkendali bisa menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan industri dalam negeri.

“Kondisi ini seperti tsunami barang impor. Jika dibiarkan tanpa antisipasi, dampaknya bisa mematikan sektor industri nasional secara ekstrem,” ujar Ilham usai menghadiri sebuah acara di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (5/7).

Ilham menyoroti khususnya produk impor asal Tiongkok yang kian deras masuk ke pasar Indonesia, sebagai dampak dari ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Ketika ekspor ke AS terhambat, Tiongkok mencari pasar alternatif, salah satunya Indonesia.

“Kita sudah melihat imbasnya. Beberapa sektor seperti tekstil sudah mulai terdampak dan terpaksa melakukan PHK besar-besaran. Ini menjadi sinyal bahaya,” jelasnya dikutip dari laman berita satu.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat daya tahan industri nasional agar tak terus bergantung pada produk luar negeri. Menurutnya, solusi yang perlu dikedepankan mencakup peningkatan daya saing industri lokal dan penerapan regulasi yang dapat melindungi pasar domestik dari dampak fluktuasi global.

“Pertama, industri lokal harus kita perkuat agar lebih kompetitif. Kedua, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan dan pengawasan yang efektif untuk menahan lonjakan barang impor,” tegas Ilham.

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya masuknya barang ilegal yang kian menekan pelaku usaha dalam negeri. Ia meminta agar pengawasan terhadap arus barang di lapangan lebih diperketat.

“Kalau kita terlalu longgar dalam mengawasi masuknya barang, maka kita sendiri yang akan terkena dampaknya,” tambahnya.

Lebih jauh, Ilham menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk menghadapi tekanan eksternal yang kian dinamis. Ia mendorong penyesuaian strategi nasional terhadap perkembangan geopolitik dan ekonomi global, sembari memperkuat pondasi industri dalam negeri agar lebih tahan terhadap guncangan.

Baca Juga

Hanya 60 Menit Padam, Jakarta Berhasil Pangkas Emisi Karbon hingga 60 Ton

Jakarta - Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Terungkap, Dana Investasi Danantara Bukan Berasal dari Aset Utama BUMN

Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi...

Setelah Kuasai Pasar EV, Raksasa Mobil Listrik BYD Incar Formula 1?

Rumor mengenai kemungkinan masuknya BYD ke ajang Formula 1...

Dewan Pers Siapkan Usulan di RUU Hak Cipta, Karya Jurnalistik Harus Dilindungi

Jakarta - Dewan Pers menggelar forum dengar pendapat untuk...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini