33 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMenggali Potensi Sains Islami di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Menggali Potensi Sains Islami di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Bandung – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama akan menyelenggarakan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang berlangsung secara daring mulai Agustus hingga November 2025.

Kick-off OMI 2025 digelar di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat. Ajang ini merupakan penggabungan dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang telah berjalan sejak 2012, serta Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018.

Mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”, OMI 2025 diharapkan dapat memacu kreativitas siswa madrasah untuk berinovasi, berprestasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran serta integritas.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya arena adu kemampuan akademik, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan spiritualitas. “Madrasah tidak sekadar tempat belajar agama, tetapi juga pusat lahirnya ilmuwan muda unggul di bidang sains, teknologi, dan humaniora,” ujarnya di Bandung, Jumat (8/8).

Menggali Potensi Sains Islami di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno saat Kick-off Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025) (katafoto/HO/Humas Kemenag)

OMI 2025 dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam riset dan sains, menempatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah dan pengembangan diri. Selain itu, kearifan lokal juga dilibatkan untuk memperkaya wawasan ilmiah peserta.

Menurut Suyitno, ajang ini memberikan kesempatan bagi siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia untuk bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjaring talenta terbaik yang akan mewakili Indonesia di kompetisi sains dan keislaman internasional.

Tidak hanya lomba, OMI 2025 juga menghadirkan kuliah umum bertema “Sejarah Keemasan Sains Islam” yang mengulas kontribusi tokoh-tokoh seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Biruni. Harapannya, akan lahir generasi baru yang unggul dalam sains, kuat iman, dan mampu memberi pencerahan di tengah tantangan global.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menyebut OMI sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan bakat siswa di bidang sains dan riset. “Kami ingin siswa meningkatkan inovasi, kreativitas, berpikir kritis, memperkuat akhlak, memiliki wawasan kebangsaan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian lomba sains dan riset akan dilaksanakan secara penuh daring. Puncaknya, babak final tingkat nasional akan digelar secara luring di Provinsi Banten pada 2–6 November 2025.

Baca Juga

Ribuan Barang Pengunjung Mall Dikembalikan, Sosok Frontliner Ini Diguyur Penghargaan

Jakarta - Selama sembilan tahun Golden Heart menjadi simbol...

Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah...

DKI Jakarta Gembleng 40 Pramuwisata Bersertifikat Nasional

Jakarta - Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Basketball For Good Siap Jangkau 3.000 Siswa SD di Indonesia

Jakarta - FIBA Indonesia menggandeng Nestlé MILO untuk mendorong...

Airbus Sepakat Dukung Pengembangan Industri Kedirgantaraan Indonesia

Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama President...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini