28.3 C
Jakarta
Sabtu, Desember 13, 2025
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANJakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak

Jakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/8).

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama antara Pemprov DKI dan Kementerian PPPA dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota.

Pramono menyambut baik program tersebut dan langsung menugaskan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk menindaklanjuti hasil pembahasan.

“Kami menyambut baik tawaran dari Ibu Menteri. Tadi saya juga sudah menunjuk Kepala Dinas PPAPP untuk menindaklanjuti langkah kerja sama ini,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, Jakarta diharapkan dapat menjadi contoh kota besar yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Pemprov Jakarta Gandeng KemenPPPA Menuju Kota Ramah Perempuan dan Anak
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi memberi keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (27/8/2025). (katafoto/HO/Reza Pratama Putra)

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI dapat berjalan konsisten guna menurunkan kasus kekerasan. Program yang didorong di antaranya adalah Ruang Bersama Indonesia yang merupakan pengembangan dari program kelurahan ramah anak dan perempuan, perluasan layanan call center 129, serta integrasi data perempuan dan anak berbasis desa dan kelurahan.

Menurut analisis KemenPPPA, terdapat lima faktor utama yang memicu kekerasan terhadap perempuan dan anak, yakni masalah ekonomi, pola asuh keluarga, penggunaan gawai, lingkungan, serta praktik pernikahan usia anak.

“Kami memiliki komitmen bersama untuk mencari solusi yang bisa dilakukan antara kementerian dan Pemprov DKI agar angka kekerasan dapat ditekan,” jelas Arifatul.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga memegang peranan penting sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak.

“Masalah ini berawal dari keluarga, tapi keluarga juga menjadi solusi. Karena itu, kita harus memperkuat peran keluarga, menguatkan perempuan, sekaligus melindungi anak-anak,” tandasnya.

Baca Juga

ODGJ hingga Kebakaran, Layanan 112 Jadi ‘Penyelamat’ Ribuan Kasus

Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya...

Imigrasi Ungkap Status Visa Relawan Asing yang Bantu Korban Bencana Aceh

Jakarta - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh menegaskan...

SIG Suplai 10.000 Ton Semen, Jembatan Kabanaran Ubah Wajah Selatan DIY

Jembatan Kabanaran yang membentang sepanjang 2,3 kilometer di jalur...

Jalin dan AFTECH Luncurkan FDC untuk Hadang Serangan Siber

Jakarta - PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), sebagai digital...

Pemprov DKI Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman Jelang Nataru 2025

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini