31.5 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPWISATATerungkap, Begini Cara Pemerintah Lumajang Merawat Candi agar Tetap Kokoh

Terungkap, Begini Cara Pemerintah Lumajang Merawat Candi agar Tetap Kokoh

Lumajang – Candi-candi di Lumajang bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan saksi peradaban Nusantara yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Keberadaannya menjadi warisan budaya yang harus dijaga, bukan hanya sebagai identitas bangsa, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

Hingga kini, baru dua candi di Lumajang yang memperoleh anggaran perawatan rutin dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI. Kedua candi tersebut adalah Candi Agung di Kecamatan Randuagung dan Candi Gedong Putri di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

Tenaga Teknis Arkeologi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, Aries Purwanty, menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan tidak hanya digunakan untuk pembersihan, tetapi juga memastikan kondisi fisik candi tetap kuat dan terpelihara.

“Anggarannya masih berjalan sampai sekarang, dan sementara ini baru dua candi itu yang mendapat dukungan dari BPKW XI,” ujar Aries, Kamis (18/9).

Berkat perawatan berkelanjutan, kedua candi tersebut kini tampak lebih rapi, bersih, dan terjaga. Meski begitu, Aries menekankan pentingnya perhatian terhadap situs lain, salah satunya Situs Biting, yang mendapat alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena statusnya sebagai cagar budaya strategis.

“Kalau untuk Situs Biting, anggarannya ditangani langsung oleh provinsi karena termasuk dalam cagar budaya yang dikelola khusus,” tambahnya dikutip dalam laman infopublik.

Menurut Aries, pelestarian cagar budaya tidak hanya soal menjaga bangunan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Dukungan publik sangat dibutuhkan, baik dalam menjaga kebersihan maupun melindungi situs agar tidak dirusak.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa peninggalan bersejarah seperti candi memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya yang bernilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik, warisan leluhur ini bukan hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Pelestarian tidak hanya untuk menghargai masa lalu, tapi juga investasi bagi masa depan. Candi bisa menjadi ruang belajar, pusat wisata sejarah, sekaligus penguat identitas bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga

Kemenpora Pangkas 191 Aturan Jadi 4, Siap Ubah Wajah Olahraga Nasional

Jakarta - Pemerintah mulai menjajal pendekatan deregulasi besar-besaran di...

Keren, Sedekah Sampah di Sekolah Ini Berubah Jadi Bantuan Beras

Banjarbaru - Sebuah langkah inspiratif yang memadukan edukasi lingkungan...

BMW Rayakan 25 Tahun di Indonesia, Festival of JOY Bikin Heboh

Jakarta - BMW Group Indonesia menghadirkan BMW Group Festival...

BYD Sealion 05 Meluncur, SUV Canggih dengan Jarak Tempuh 305 Km

Crossover kompak energi baru BYD Sealion 05 resmi meluncur...

Kemenag Buka Suara, Isu Pengambilalihan Dana Masjid Itu Tidak Benar

Jakarta - Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini