27.6 C
Jakarta
Senin, Juli 13, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAHarga Emas Naik Tajam Inflasi Jawa Barat Tembus 0,45 Persen

Harga Emas Naik Tajam Inflasi Jawa Barat Tembus 0,45 Persen

Jawa Barat – Harga emas global yang terus menembus rekor tertinggi menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi di Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, inflasi bulan Oktober 2025 secara month to month (mtm) mencapai 0,45 persen. Sementara secara year to date (ytd) tercatat sebesar 2,03 persen, dan secara year on year (yoy) mencapai 2,63 persen.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menjelaskan dalam rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Jabar bahwa berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni 3,83 persen dengan andil inflasi 0,22 persen. Posisi kedua ditempati kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,7 persen dan andil 0,21 persen.

“Selain emas perhiasan, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi dan deflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Darwis dikutip dari laman jabarprov, Senin (3/11).

Secara komoditas, penyumbang inflasi terbesar berasal dari emas perhiasan (0,22 persen), disusul telur ayam ras (0,08 persen), cabai merah (0,06 persen), daging ayam ras (0,05 persen), dan jeruk (0,02 persen).

Sementara itu, beberapa komoditas yang justru memberikan andil deflasi tertinggi antara lain cabai rawit (0,02 persen), serta jengkol, ketimun, dan tomat masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Harga emas perhiasan terus mengalami kenaikan dan menjadi penyumbang inflasi sejak awal 2024. Bahkan pada Oktober 2025, kenaikannya mencapai titik tertinggi yaitu 11,8 persen,” tambah Darwis, mengutip siaran pers resmi BPS Jabar.

Inflasi bulanan tercatat terjadi di seluruh kabupaten dan kota pantauan di Jawa Barat. Kota Bekasi mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,57 persen, diikuti Kota Depok (0,47 persen) dan Kota Bandung (0,46 persen) — ketiganya berada di atas rata-rata inflasi provinsi.

Dari sisi tahun kalender (ytd), inflasi tertinggi pada Oktober 2025 tercatat di Kota Sukabumi sebesar 2,66 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Subang sebesar 1,36 persen.

Adapun secara tahunan (yoy), Kota Sukabumi kembali mencatat inflasi tertinggi dengan 3,87 persen, sementara Kabupaten Subang menjadi yang terendah di angka 2,18 persen.

Baca Juga

Jangan Kaget, Dishub DKI Kini Bisa Tegur Pengendara dari CCTV Jakarta Takeover

Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan...

Pemerintah Tetapkan Penyebaran Budaya LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter

Jakarta - Pemerintah menetapkan penyebaran budaya lesbian, gay, bisexual,...

Komnas Perempuan Bongkar Modus Kekerasan yang Sering Disamarkan sebagai Kasih Sayang

Jakarta - Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)...

Rahasia Kulit Cerah dan Bebas Jerawat? Jahe Punya Segudang Manfaat

Jahe selama ini dikenal sebagai rempah yang kaya manfaat...

Waspada! Malware Bisa Bobol Data dan Lumpuhkan Perangkat dalam Hitungan Menit

Malware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dibuat untuk menyusup...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini