29.4 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANJakarta Utara Akhirnya 100 Persen Bebas BABS

Jakarta Utara Akhirnya 100 Persen Bebas BABS

Jakarta – Sebanyak empat kelurahan di Jakarta Utara resmi mendeklarasikan Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Deklarasi ini sekaligus menandai keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mencapai target 100 persen Open Defecation Free (ODF).

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasih Hutapea, menyebutkan bahwa kelurahan yang mengikuti deklarasi hari ini meliputi Marunda, Cilincing, Kalibaru, dan Penjaringan.

“Dengan deklarasi ini, seluruh kelurahan di Jakarta Utara telah resmi melaksanakan program Stop BABS,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta pada Rabu (10/12).

Ia menjelaskan, hingga November 2025, sebanyak 31 kelurahan sudah mendeklarasikan Stop BABS, terdiri atas tiga kelurahan dengan deklarasi penuh dan 28 kelurahan yang menyampaikan deklarasi komitmen.

Saat ini, akses masyarakat terhadap jamban sehat di Jakarta Utara telah mencapai 97,5 persen atau 503.349 kepala keluarga. Adapun sisanya masih dalam proses pembangunan tangki septik, baik mandiri maupun komunal, yang diharapkan selesai sebelum akhir tahun.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk perusahaan yang berkontribusi melalui program CSR. Semoga upaya ini menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” kata Murniasih.

Pelaksana Tugas Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, juga memberikan apresiasi atas sinergi berbagai unsur yang terus mendorong tercapainya target ODF. Ia menyebut capaian ini sejalan dengan visi DKI Jakarta sebagai kota global yang bersih dan berkelanjutan.

“Keberhasilan 100 persen ini merupakan bukti kolaborasi nyata antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, masyarakat, hingga sektor swasta dalam menghadirkan lingkungan yang lebih sehat,” ungkapnya.

Fredy menambahkan bahwa pencapaian Stop BABS bukan hanya soal penyediaan infrastruktur sanitasi, tetapi juga perubahan perilaku dan komitmen keluarga. Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan menjadi hal penting untuk menjaga status ODF tetap berjalan.

“Saya berharap semua pihak terus melakukan monitoring. Lingkungan sehat berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Pastikan setiap rumah memiliki fasilitas jamban yang layak,” pesannya.

Di sisi lain, Ketua RW 16 Kelurahan Penjaringan, Simon Satel (62), menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap perbaikan sanitasi di wilayahnya. Ia menilai pembangunan tangki septik komunal serta lima unit toilet di RT 13/16 sangat membantu warga sehingga tidak lagi membuang air sembarangan.

“Alhamdulillah, fasilitas ini sangat bermanfaat bagi warga. Harapan saya, lingkungan kami semakin bersih dan warga mau menjaga fasilitas yang sudah dibangun,” ujarnya.

Baca Juga

Pemprov DKI: Pembakaran Sampah Tak Ditoleransi, Pelanggar Siap Ditindak

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat...

Belanja Skincare hingga Aksesori Kini Lebih Hemat, Ini Layanan Baru Lion Parcel

Jakarta - Meningkatnya tren belanja online membuat masyarakat semakin...

Primaya Hospital Bekasi Utara Hadirkan 3 Layanan Unggulan

Bekasi - Memasuki usia ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara...

BGN Copot 137 Kepala SPPG, Zero Tolerance untuk Keracunan dan Korupsi

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas...

Proyek KCIC Dibenahi, Danantara Janji Selesaikan Beban WIKA dan KAI

Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini