30.5 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026
BerandaKATA EKBISPERHUBUNGANKAI Catat 305 Perlintasan Sebidang Telah Ditutup Sepanjang 2025

KAI Catat 305 Perlintasan Sebidang Telah Ditutup Sepanjang 2025

Jakarta – Sepanjang Januari November 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menutup 305 perlintasan sebidang sebagai bagian dari strategi mengurangi potensi kecelakaan bagi perjalanan kereta maupun pengguna jalan.

Selain menutup perlintasan rawan, KAI juga menggencarkan edukasi keselamatan dengan melaksanakan 1.832 sosialisasi keamanan, 204 kegiatan penyuluhan di sekolah, serta memasang 511 spanduk imbauan keselamatan. Program ini turut melibatkan komunitas railfans dan pecinta kereta api, terutama di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi dan risiko kecelakaan yang besar.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa peningkatan pemahaman publik mengenai keselamatan menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman.

“Kami memperluas edukasi di berbagai daerah agar masyarakat semakin sadar pentingnya kewaspadaan saat melintas di perlintasan sebidang. Upaya ini mengajak seluruh elemen untuk terlibat menjaga keselamatan bersama,” ujar Anne dikutip dalam keterangan tertulis.

Hingga Desember 2025, KAI mencatat masih terdapat 276 titik rawan di jalur kereta api nasional. Sebanyak 97 titik berada di perlintasan berpintu, dengan Daop 1 Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 20 titik. Sementara itu, 179 titik rawan berada di perlintasan tanpa pintu, terutama di Divre I Sumatra Utara dan Daop 1 Jakarta yang masing-masing mencatat 29 titik. Data ini menjadi dasar penguatan monitoring dan kampanye keselamatan di berbagai daerah.

Dalam mendukung operasional masa libur Natal dan Tahun Baru, KAI juga menyiapkan 298 Penjaga Jalan Lintasan (PJL) Ekstra. Mereka ditempatkan di perlintasan yang belum memiliki penjaga tetapi memiliki volume kendaraan tinggi, sehingga keberadaannya membantu menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus keamanan perjalanan kereta api.

“Kehadiran PJL Ekstra sangat membantu, terutama saat puncak mobilitas masyarakat. Ini wujud komitmen KAI untuk memastikan setiap titik kritis tetap terawasi,” kata Anne.

Secara nasional terdapat 3.777 perlintasan sebidang, yang terdiri dari 2.763 perlintasan resmi dan 1.014 perlintasan liar. Dari jumlah tersebut, 1.862 perlintasan telah dijaga, sementara 901 lainnya belum memiliki petugas. KAI pun terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk meningkatkan keselamatan perlintasan secara berkelanjutan.

Anne kembali mengingatkan pentingnya kepedulian bersama, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang selalu meningkatkan pergerakan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak, menengok kanan–kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas. Langkah sederhana ini sangat vital untuk keselamatan diri sendiri, keluarga, dan perjalanan kereta api,” tutupnya.

Baca Juga

Tak Mau Kecolongan, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Hadapi Kemarau

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mempersiapkan langkah...

BMW iX3 Bisa Tembus 698 Km, EV Baru Ini Siap Gegerkan Pasar AS

Meskipun BMW telah memperkenalkan model iX3 terbaru di sejumlah...

BMKG Ungkap Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi...

Beneran Ini? Mobil Listrik di Jakarta Bebas Ganjil Genap dan Gak Bayar Pajak

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tetap...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini