33.9 C
Jakarta
Senin, Juni 8, 2026
BerandaTREN OTOMOBILChina Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen

Tiongkok terus memperkuat transformasi sektor manufakturnya melalui pengembangan sistem pabrik pintar berjenjang yang kini telah diterapkan secara luas di berbagai industri. Menurut laporan CCTV, negara tersebut telah membangun ekosistem pabrik pintar dengan empat tingkatan yang menjadi fondasi pengembangan manufaktur berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI).

Saat ini, sistem tersebut mencakup sekitar 35.000 pabrik tingkat Dasar, lebih dari 8.200 pabrik tingkat Lanjutan, lebih dari 500 pabrik tingkat Unggulan, serta 15 perusahaan yang masuk dalam Program Pengembangan Pabrik Pintar Unggulan.

Program tersebut dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur bertransformasi dari tahap digitalisasi dan konektivitas menuju tingkat otomatisasi yang lebih tinggi hingga mencapai manufaktur cerdas berbasis AI.

Data dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) menunjukkan hasil yang signifikan. Pabrik yang mengikuti program tersebut berhasil menekan tingkat cacat produk rata-rata hingga 47 persen dan memangkas siklus pengembangan produk sebesar 38 persen.

Selain menjadi kerangka pengembangan industri, sistem empat tingkat itu juga berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengukur kematangan teknologi yang diterapkan perusahaan. Dalam perkembangannya, kemampuan penerapan AI kini telah menjadi salah satu indikator utama penilaian bagi pabrik kategori Unggulan dan Unggulan Tingkat Tinggi. Pemerintah bahkan berencana terus meningkatkan standar tersebut di masa mendatang.

AI Dorong Evolusi Peralatan Industri

Penerapan teknologi terbaru menunjukkan bahwa industri manufaktur Tiongkok mulai bergerak melampaui konsep otomatisasi konvensional. Saat ini, berbagai fasilitas produksi mulai mengadopsi sistem yang mampu melakukan analisis mandiri serta memberikan rekomendasi pengambilan keputusan secara otomatis.

China Bangun 35.000 Pabrik Pintar AI Pangkas Cacat Produk hingga 47 Persen
Suasana jalur produksi otomatis menjadi standar di pabrik-pabrik canggih Tiongkok. (carnewschina/CCTV)

Salah satu contohnya terdapat di fasilitas produksi milik TBEA Shenyang Transformer Group yang masuk kategori pabrik tingkat Unggulan. Perusahaan tersebut mengoperasikan platform digital terpadu yang menghubungkan simulasi desain, penjadwalan produksi, eksekusi manufaktur, hingga sistem pemantauan operasional.

Melalui penerapan teknologi tersebut, perusahaan berhasil memangkas siklus pengembangan produk sebesar 21 persen dan meningkatkan efisiensi produksi hingga 40 persen.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan algoritma berbasis AI yang mampu memantau kondisi transformator secara real-time. Sistem tersebut dapat mendeteksi potensi gangguan dan memberikan peringatan antara delapan hingga 12 jam sebelum masalah terjadi, sehingga tim teknis memiliki waktu untuk melakukan tindakan pencegahan lebih awal.

Transformasi serupa juga terlihat di sektor galangan kapal. Di Hengli Shipbuilding yang berlokasi di Dalian, seluruh proses mulai dari desain, perencanaan, pengadaan, rantai pasok, produksi hingga keuangan telah terhubung dalam satu sistem digital terpadu.

Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan dua orang perencana selama lebih dari dua minggu kini dapat diselesaikan oleh perangkat lunak AI hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Peran manusia kemudian difokuskan pada tahap verifikasi dan penyempurnaan hasil kerja sistem.

Pejabat MIIT menyebut pengembangan industri ke depan akan berfokus pada pembangunan model dasar industri, model AI khusus sektor, serta penyediaan kumpulan data industri berkualitas tinggi. Kementerian juga berencana mempercepat transformasi robot industri, mesin produksi, dan sistem kontrol menuju fungsi yang lebih mandiri sebagai “agen cerdas”.

Industri Kendaraan Energi Baru Jadi Prioritas

Sektor kendaraan energi baru (NEV) menjadi salah satu industri utama yang diproyeksikan memimpin penerapan AI skala besar dalam manufaktur masa depan.

Industri otomotif Tiongkok saat ini telah menjadi contoh nyata penerapan manufaktur canggih. Pada 2025, pabrik Avatr yang memanfaatkan jaringan 5G dan teknologi AI dilaporkan mampu memproduksi satu kendaraan setiap 60 detik melalui proses produksi yang sangat otomatis.

Sementara itu, pabrik kendaraan listrik milik Xiaomi juga menarik perhatian publik. Bahkan, fasilitas tersebut menjadi salah satu destinasi populer bagi masyarakat yang ingin melihat secara langsung proses produksi kendaraan otomatis dalam skala besar.

Berbagai proyek tersebut menunjukkan semakin eratnya integrasi antara kecerdasan buatan, platform internet industri, teknologi digital twin, dan sistem produksi yang saling terhubung dalam industri otomotif modern.

Tidak hanya fokus pada kendaraan listrik, peta jalan pengembangan manufaktur cerdas yang disusun MIIT juga mencakup sektor peralatan transportasi rel, industri kedirgantaraan, galangan kapal berteknologi tinggi, baja, hingga petrokimia.

Berdasarkan data resmi pemerintah, nilai industri peralatan manufaktur cerdas, perangkat lunak industri, dan solusi sistem di Tiongkok kini telah melampaui 4,5 triliun yuan atau sekitar 665 miliar dolar AS. Sementara itu, pasar layanan integrasi sistem telah menembus 770 miliar yuan atau setara 114 miliar dolar AS.

Pencapaian tersebut menjadikan manufaktur cerdas sebagai salah satu sektor teknologi industri terbesar dan paling strategis di Tiongkok saat ini.

Baca Juga

DPR Resmi Sahkan UU P2SK, Industri Kripto hingga BEI Masuk Babak Baru

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan...

AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan

Jakarta  - Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang...

Data Geospasial Dinilai Jadi Kunci Penyelesaian Sengketa Lahan Pasuruan

Jakarta - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil)...

Pelemahan Rupiah Bikin Khawatir, BI Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika...

Pedagang Online Wajib Tahu Aturan Ini, Permendag PMSE Resmi Berlaku

Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menandatangani revisi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini