31.6 C
Jakarta
Senin, September 28, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISFAO Sebut Indonesia Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara, Ini Kuncinya

FAO Sebut Indonesia Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara, Ini Kuncinya

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut terjaganya pasokan pupuk bersubsidi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan produksi beras nasional di tengah ancaman krisis pangan global dan dampak perubahan iklim.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/6), Amran mengatakan pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani, tetapi juga menurunkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut dinilai berperan besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Ketika petani di banyak negara menghadapi pupuk yang langka dan mahal, Pemerintah Indonesia justru menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20% dan memastikan pupuk mudah diakses petani. Inilah salah satu kunci mengapa produksi pangan Indonesia terus meningkat,” ujar Amran.

Di tengah tekanan yang dihadapi sektor pertanian dunia akibat perubahan iklim dan tingginya harga pupuk internasional, Indonesia justru mampu mempertahankan pasokan pupuk bersubsidi dan mencatat peningkatan produksi beras.

Amran menilai keberpihakan pemerintah terhadap petani menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Optimisme tersebut turut didukung laporan Food Outlook edisi Juni 2026 yang diterbitkan Food and Agriculture Organization (FAO). Dalam laporan tersebut, Indonesia tercatat sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat keempat dunia.

FAO memperkirakan produksi beras Indonesia mencapai sekitar 38,6 juta ton pada tahun ini. Sementara itu, produksi beras dunia diproyeksikan turun sekitar 1,6 persen akibat dampak perubahan iklim dan gangguan pasokan di sejumlah negara produsen utama.

Menurut Amran, capaian tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia menjaga produktivitas pertanian ketika banyak negara mengalami tekanan akibat cuaca ekstrem dan melonjaknya harga sarana produksi pertanian.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah memastikan stok pupuk bersubsidi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani hingga musim tanam berikutnya.

Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 54,28 persen dari total alokasi nasional sebanyak 9,55 juta ton.

“Artinya, masih tersedia sekitar 45,72% atau kurang lebih 5,1 juta ton pupuk bersubsidi yang siap dimanfaatkan petani di seluruh Indonesia,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memastikan distribusi pupuk berlangsung lancar sehingga tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Percepatan distribusi juga terus dilakukan agar pupuk dapat segera dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produksi.

Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah.

Andi Nur Alam Syah mengajak pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani memanfaatkan berbagai dukungan yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, pompa air untuk memenuhi kebutuhan irigasi, hingga traktor guna mempercepat proses tanam.

“Semakin cepat tanam dilakukan pada kondisi yang masih memungkinkan, semakin besar peluang menjaga bahkan meningkatkan produksi pangan nasional,” katanya.

Pemerintah sebelumnya telah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang mulai berlaku sejak akhir 2025. Kebijakan tersebut menjadi yang pertama dilakukan dengan memangkas harga pupuk sekitar 20 persen tanpa mengurangi kualitas maupun volume alokasi.

Langkah itu diambil untuk meringankan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Dengan ketersediaan stok yang tetap terjaga, sistem distribusi yang semakin sederhana, serta berbagai program peningkatan produksi, pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat terus dicapai.

Baca Juga

Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Trik Buat Gen-Z Biar Tak Lagi ‘Numpang Lewat’

katafoto, Jakarta - Istilah "gaji numpang lewat" kini semakin...

Momen 4 Anggota OPM Puncak Jaya Cium Merah Putih dan Serahkan Senjata

katafoto. - Jakarta Empat anggota kelompok bersenjata yang disebut...

Beras Premium Langka di Ritel, Mentan Amran: Ada Mafia yang Bikin Ribut

katafoto, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman...

Bukan Cuma SD, Pendidikan Gratis Kini Disiapkan Mulai TK, Ini Rinciannya

katafoto, Jakarta - Pemerintah menyiapkan skema layanan pendidikan gratis...

Bea Cukai Sita Barang Impor Rp27,3 Miliar, Modus Pengelabuan Terungkap

katafoto, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini