Tangerang – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengimbau seluruh pemerintah daerah (pemda) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) selama musim kemarau 2026. Peringatan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang masih terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan pemerintah telah mengeluarkan langkah antisipasi melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah. Surat tersebut meminta pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan kebakaran di sekitar TPA, terutama saat cuaca panas yang dipengaruhi fenomena El Nino.
“Bapak Menteri Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi potensi kebakaran di TPA yang berada di seluruh Indonesia,” ujar Diaz saat meninjau kebakaran TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7).
Menurut Diaz, tingginya suhu udara selama musim kemarau membuat tumpukan sampah lebih mudah terbakar. Kondisi itu semakin berbahaya karena timbunan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar dan berpotensi memicu ledakan.
“Di bawah tumpukan sampah itu gas metana. Kalau dia berinteraksi dengan udara panas, pastinya dia akan kebakaran juga. Dan lebih bahaya lagi, karena ini sifatnya metana, itu punya potensi untuk meledak,” jelasnya.
KLH Evaluasi 390 TPA Mulai Agustus
Selain mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, KLH juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh tempat pemrosesan akhir di Indonesia.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH, Rizal Irawan, mengatakan sekitar 390 TPA akan dievaluasi mulai 1 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah di setiap daerah telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Jadi semua, sekitar 390 TPA itu nanti per 1 Agustus akan dilakukan evaluasi,” tegas Rizal.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026) dan hingga Sabtu (4/7) api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Proses penanganan dilakukan melalui dua jalur. Dari udara, pemadaman dibantu menggunakan helikopter water bombing, sedangkan di darat petugas pemadam kebakaran bersama Manggala Agni terus berupaya mengendalikan kobaran api yang melanda area timbunan sampah.
KLH berharap langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat meminimalkan risiko kebakaran serupa di TPA lain selama musim kemarau, sehingga dampak terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat dapat ditekan.

