Jakarta – Wyeth Nutrition kembali menghadirkan program edukasi S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain yang digelar dalam rangka memperingati World Brain Day 2026, di Senayan City, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.
Mengusung kampanye “Semua Bisa Jadi Hebat”, acara tersebut menampilkan S-26 Exceptional Brain Visualizer sebagai atraksi utama. Teknologi berbasis electroencephalogram (EEG) yang dikembangkan bersama MyndPlay UK ini memungkinkan pengunjung melihat visualisasi aktivitas otak secara langsung.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan setiap anak memiliki potensi dan perjalanan belajar yang berbeda. Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, orang tua perlu membekali anak dengan berbagai pengalaman belajar agar mampu mengembangkan cara berpikir yang adaptif dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Setiap anak memiliki perjalanan exceptional yang unik. Karena itu, penting bagi orang tua memberikan kesempatan anak untuk belajar melalui berbagai pengalaman atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan riset di bidang perkembangan otak, Wyeth Nutrition menghadirkan S-26 Procal GOLD Multilearn Connect dengan formulasi yang mengandung Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, Kolin, dan Zat Besi. Kombinasi nutrisi tersebut dirancang untuk mendukung proses mielinisasi, yakni pembentukan lapisan mielin yang berperan penting dalam mempercepat penghantaran sinyal antarsel saraf di otak.
Pada lima tahun pertama kehidupan, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat. Jumlah koneksi antarsel saraf meningkat dari sekitar 2.500 menjadi 15.000 koneksi di setiap neuron. Masa ini menjadi periode emas yang tidak akan terulang, sehingga dukungan nutrisi seimbang dan stimulasi yang konsisten menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic – Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi, dr. Yoga Yandika, Sp.A, menjelaskan bahwa proses mielinisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan otak karena membantu mempercepat proses penghantaran informasi antarsel saraf.
Menurutnya, proses tersebut dapat didukung melalui asupan nutrisi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Selain itu, anak juga membutuhkan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam, serta lingkungan yang positif agar perkembangan otaknya dapat berlangsung secara optimal.
Salah satu orang tua yang hadir, Budi Fung bersama Marlene, membagikan pengalaman mereka dalam mendampingi putranya, Ashton Alexander Fung, mengeksplorasi berbagai bidang yang diminati.
Menurut keduanya, sejak kecil Ashton didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pantang menyerah, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Di samping itu, ia juga aktif mencoba berbagai aktivitas seperti golf, berkuda, hingga bermain piano yang dinilai membantu membentuk kedisiplinan dan kemampuan menghargai proses.
Bagi mereka, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses belajar yang dijalani hingga mampu menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
Budi dan Marlene mengaku selalu berupaya memenuhi kebutuhan tumbuh kembang Ashton, mulai dari menyediakan makanan rumahan bergizi, memastikan waktu istirahat yang cukup, hingga memberikan kesempatan berinteraksi dengan lingkungan baru agar kemampuan komunikasi dan sosialnya terus berkembang.
Selain menghadirkan S-26 Exceptional Brain Visualizer, rangkaian S-26 Exceptional Journey juga menawarkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif bagi keluarga. Pengunjung dapat mencoba sejumlah wahana seperti Logic Lab, Vision Pod, Neuron Express, Neuron Dance, hingga Photo Booth, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar mengenai fungsi otak anak secara menyenangkan. Melalui teknologi EEG, orang tua juga dapat melihat visualisasi lima fungsi utama otak anak secara real-time, mulai dari fokus, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga memori.

