Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan tidak berkaitan dengan isu ancaman gangguan keamanan. Ia memastikan informasi yang mengaitkan langkah tersebut dengan potensi kerusuhan atau aksi demonstrasi merupakan kabar yang tidak benar.
“Pemasangan pagar, nggak ada itu ya, pagar-pagar, responsnya dulu pak kepala daerah yang bersangkutan, sudah menyampaikan baik di Surabaya maupun di Jakarta. Tidak ada kaitannya dengan hubungan, seperti yang digulirkan, kabar-kabar yang akan datang. Tidak ada,” kata Djamari kepada wartawan di Kantor Kemenko Polkam, Rabu (5/8).
Djamari menjelaskan pemasangan pagar merupakan kebijakan masing-masing pengelola mal sebagai bagian dari upaya pengamanan internal. Namun, menurutnya, pemasangan tersebut dilakukan tanpa mengantongi izin dari pemerintah daerah.
“Jadi semuanya itu adalah untuk kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak memiliki izin seperti yang dilakukan di beberapa tempat,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah daerah di wilayah terkait telah mengambil langkah penertiban terhadap pemasangan pagar tersebut. Karena itu, Djamari meminta masyarakat tidak membesar-besarkan narasi yang berkembang mengenai pemagaran pusat perbelanjaan.
“Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana ya. Tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keyakinannya bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di Jakarta akan tetap kondusif sepanjang Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah pagar besi yang sempat dipasang di sejumlah pusat perbelanjaan di ibu kota mulai dibongkar.
“Saya termasuk meyakini Jakarta bulan Agustus ini aman, nyaman,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pramono juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi ibu kota agar tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Yang jelas untuk menjamin Jakarta tetap aman, nyaman, damai, itu adalah tugas kita bersama. Sehingga dengan demikian apa yang kami lakukan untuk membuat aman, nyaman itu, kalau hati kita nyaman, aman kan pasti suasananya juga aman, nyaman,” katanya.
Belakangan, media sosial ramai membahas video yang memperlihatkan sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya memasang pagar besi berukuran tinggi. Video tersebut disertai narasi yang mengklaim akan terjadi aksi demonstrasi besar hingga kerusuhan dalam waktu dekat.
Beberapa mal yang sempat disebut memasang pagar setinggi sekitar 2,5 hingga 3 meter di antaranya Mal Kota Kasablanka dan Gandaria City di Jakarta. Sementara di Surabaya, pusat perbelanjaan yang menjadi sorotan meliputi Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon City Mall, Royal Plaza, dan Tunjungan Plaza.

