33.3 C
Jakarta
Selasa, November 3, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANTerekam Kamera Jebak, Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Ujung Kulon

Terekam Kamera Jebak, Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Ujung Kulon

katafoto, Banten – Populasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mendapat tambahan individu baru. Seekor anak badak kembali terdeteksi melalui kamera jebak pada 10 Oktober 2026. Dalam rekaman tersebut, anak badak terlihat berkubang bersama induknya yang bernama Desy.

Berdasarkan analisis tim monitoring Badak Jawa Balai TNUK, anak badak tersebut merupakan kelahiran kelima dari induk Desy. Pejantan yang diduga kuat menjadi pasangannya adalah Musofa. Desy dikenal sebagai salah satu induk badak yang produktif di Semenanjung Ujung Kulon.

Dalam catatan pemantauan selama bertahun-tahun, Desy telah melahirkan lima anak, yakni Arjuna pada 2013, Arum pada 2015, Hawa pada 2018, Syauki pada 2024, serta anak terbaru yang terdeteksi pada Oktober 2026.

Kelahiran ini menjadi kabar positif bagi upaya pelestarian Badak Jawa, satwa langka yang keberadaannya di alam liar hanya ditemukan di Indonesia. Keberhasilan reproduksi tersebut juga menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan kondisi habitat dan efektivitas perlindungan kawasan.

“Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka di dunia dan hanya ada di Indonesia,” ujar Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Mahfudz dikutip dalam keterangan tertulis.

Menurut Mahfudz, kelahiran anak badak dari induk Desy tidak terlepas dari upaya menjaga keamanan kawasan, termasuk melalui patroli intensif Unit Kerja Perlindungan (UKP) serta pengamanan habitat dari berbagai gangguan. Upaya tersebut diharapkan mendukung Badak Jawa agar dapat berkembang biak secara alami.

“Ini bukan hanya kebahagiaan TNUK, tapi kebahagiaan Indonesia dan dunia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan, termasuk upaya rasionalisasi habitat melalui Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA),” imbuh Mahfudz.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, menjelaskan bahwa anak badak tersebut pertama kali teridentifikasi pada 10 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB melalui rekaman kamera jebak. Berdasarkan pengamatan visual, anak badak terlihat sehat dan aktif mengikuti induknya. Usianya diperkirakan sekitar satu hingga dua bulan.

“Induk Desy sendiri terpantau dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman dalam mengasuh anak. Tim kami akan terus melakukan monitoring intensif di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman tanpa memberikan gangguan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim UKP dan Mitra yang telah bekerja tanpa henti menjaga kawasan,” ujarnya.

Baca Juga

Ekonomi Indonesia Diklaim Tetap Tangguh, Pemerintah Siapkan Stimulus hingga Akhir 2026

katafoto, Jakarta - Pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan...

Lahan Pemakaman Jakarta Menipis, Pemprov DKI Siapkan Tata Ulang TPU

katafoto, Jakarta - Keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta mendorong...

Bagaimana Jakarta Berubah Sejak 1965? Fauzi Bowo Rangkum dalam Buku Terbaru

katafoto, Tangerang Selatan - Perjalanan panjang pembangunan dan penataan...

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin Buka Suara soal Serapan Tenaga Kerja Lokal

katafoto, Jakarta - Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi...

Produksi Garam Kalianget Tembus 1.100 Ton Sehari tetapi Tenaga Panen Kian Langka

katafoto, Sumenep -  PT Garam (Persero) melalui Pegaraman I...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini