28 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaFOTOSENI BUDAYAGrebeg Besar Yogyakarta, Simbol Syukur dan Harmoni Alam

Grebeg Besar Yogyakarta, Simbol Syukur dan Harmoni Alam

 

Yogyakarta – Keraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi tahunan Grebeg Besar yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Tradisi ini merupakan salah satu upacara budaya penting yang sarat makna dan selalu dinantikan masyarakat.

Kata “Grebeg” berasal dari bahasa Jawa, yakni “gumrebeg,” yang menggambarkan suara riuh atau keramaian yang terjadi dalam sebuah perayaan atau upacara besar.

Sejak pagi, ribuan warga memadati kawasan sekitar Masjid Gedhe Kauman dan lingkungan Keraton Yogyakarta untuk menyaksikan prosesi Grebeg Besar. Iring-iringan prajurit Keraton menjadi pemandangan utama dalam perayaan ini.

Prosesi diawali dengan barisan prajurit Keraton Yogyakarta yang berjalan kaki dari dalam kompleks keraton menuju Masjid Gedhe Kauman. Terdapat 10 bregada (pasukan) prajurit dengan total sekitar 800 orang yang terlibat dalam acara kali ini.

Tidak hanya pasukan jalan kaki, Grebeg Besar juga dimeriahkan dengan kehadiran pasukan gajah, pasukan berkuda, dan arak-arakan gunungan. Gunungan tersebut berisi beragam hasil bumi seperti sayuran, buah, hingga makanan tradisional. Gunungan melambangkan rasa syukur Keraton atas limpahan rezeki dan menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam.

Tahun ini, ada enam gunungan yang diarak dalam prosesi. Berbeda dengan masa lalu, di mana masyarakat saling berebut isi gunungan, kali ini Abdi Dalem Keraton membagikan langsung isi gunungan kepada masyarakat secara tertib. Tradisi ini mencerminkan semangat berbagi dan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah, sekaligus sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.

Lebih dari sekadar ritual budaya, Grebeg Besar juga mencerminkan nilai-nilai filosofi masyarakat Yogyakarta—seperti penghormatan terhadap pemimpin, keteraturan sosial, serta syukur terhadap berkah kehidupan.

Baca Juga

Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE),...

Hanya 60 Menit Padam, Jakarta Berhasil Pangkas Emisi Karbon hingga 60 Ton

Jakarta - Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon...

Subaru Tarik 69 Ribu Forester, Sunroof Bisa Lepas Saat Mobil Melaju

Subaru mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah SUV Forester...

Harga Pertamax Melonjak, Begini Cara Menyelamatkan Keuangan Anda

Jakarta - Kenaikan harga Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat...

Pemprov DKI Gandeng Swasta Garap Jakarta International Cultural Hub

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau aset...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini