29.1 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIKPR Rumah Tapak Dorong Kredit Properti, Meski Alami Perlambatan

KPR Rumah Tapak Dorong Kredit Properti, Meski Alami Perlambatan

Jakarta – Penyaluran kredit sektor properti per Juni 2025 tercatat tetap tumbuh positif sebesar 8,12% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, angka ini mencerminkan tren perlambatan yang telah berlangsung selama sembilan bulan berturut-turut, sejak mencapai puncak pertumbuhan pada pertengahan 2024.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dirilis Minggu (3/8/2025), total kredit properti yang disalurkan oleh perbankan mencapai Rp 980,87 triliun. Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 907,23 triliun.

Meskipun masih menunjukkan pertumbuhan, tren perlambatan sudah terlihat sejak Agustus 2024. Saat itu, kredit properti mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 11,95% yoy, sebelum terus menurun hingga posisi terbaru pada Juni 2025.

KPR Rumah Tapak Jadi Pendorong Utama

Dilihat dari segmentasi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah tapak tipe di atas 70 m² menjadi kontributor utama, dengan nilai kredit mencapai Rp 233,99 triliun atau tumbuh 10,17% secara tahunan. Namun demikian, capaian ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 20% yoy pada Juni 2024.

Sementara itu, segmen rumah tapak tipe 22–70 m² mencatatkan penyaluran kredit terbesar senilai Rp 484,52 triliun, dengan pertumbuhan 8,49% yoy. Meski masih dominan, segmen ini juga mengalami tren pelemahan sejak akhir tahun lalu.

Di sisi lain, kredit untuk rumah susun tumbuh 5,23% yoy menjadi Rp 37,51 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada rumah susun tipe di bawah 21 m².

Adapun sektor ruko dan rukan mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi, yakni 27,16% yoy dengan total penyaluran kredit mencapai Rp 46,04 triliun. Namun, sektor ini juga mulai menunjukkan gejala perlambatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kualitas Kredit Masih Terkendali

Secara keseluruhan, kualitas kredit sektor properti masih tergolong aman. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,19% pada Juni 2025, sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dirinci, NPL untuk KPR rumah tapak berada pada level 3,07%, kredit rumah susun sebesar 3,43%, dan NPL kredit ruko/rukan mencapai 4,10%.

Sementara itu, kredit konstruksi yang juga termasuk dalam kelompok kredit properti mengalami penurunan penyaluran sebesar 6,32% yoy menjadi Rp 35,83 triliun. Meski demikian, kualitas kredit konstruksi menunjukkan perbaikan, dengan rasio NPL menurun ke level 7,52% dari posisi tahun sebelumnya yang masih tinggi di angka 10,12%.

Baca Juga

AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan

Jakarta  - Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang...

Siap-Siap! Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Ungkap Alasannya

Jakarta - Pemerintah berencana menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET)...

Kelainan Saluran Kemih pada Janin Bisa Dicegah Lebih Awal, Begini Caranya

Jakarta - Banyak orang tua beranggapan gangguan ginjal pada...

Pedagang Online Wajib Tahu Aturan Ini, Permendag PMSE Resmi Berlaku

Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menandatangani revisi...

KPK Sebut 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Jakarta - Masa penerimaan murid baru selalu menjadi periode...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini