32 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHBansos Digital Mulai Diuji di Banyuwangi, Warga Bisa Daftar Tanpa Perantara

Bansos Digital Mulai Diuji di Banyuwangi, Warga Bisa Daftar Tanpa Perantara

Banyuwangi – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Kementerian Sosial mulai melakukan uji coba sistem baru penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis digital public infrastructure di Banyuwangi, Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari reformasi perlindungan sosial agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Principal Govtech Expert DEN, Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa skema ini memberikan akses langsung bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk mendaftar tanpa perantara. Data pendaftar akan diverifikasi melalui basis data kependudukan, rekening bank, hingga biometrik.

“Siapapun yang merasa layak bisa mendaftar. Data mereka kemudian diverifikasi lintas sumber. Harapannya, mereka yang sebenarnya mampu tidak akan tertarik mendaftar, sementara keluarga yang selama ini tidak pernah tersentuh bantuan bisa ikut terdata,” kata Rahmat di Banyuwangi, Rabu (17/9).

Menurut Rahmat, hasil uji coba kemungkinan beragam. Misalnya, dari 100 penerima lama Program Keluarga Harapan (PKH), hanya sekitar 70 yang mendaftar kembali, namun di sisi lain bisa muncul ratusan keluarga baru yang sebelumnya tidak tercatat.

Fokus Tahap Uji Coba

Rahmat menegaskan, uji coba ini belum akan memengaruhi penyaluran bansos tahun 2025. Tujuannya adalah mematangkan formula penargetan agar lebih objektif. Evaluasi dijadwalkan pada akhir November, sementara hasil awal diharapkan keluar pada Desember.

“Piloting ini untuk melihat apakah formula otomatisasi penargetan bisa diterapkan. Jika berhasil, skema ini berpotensi diadopsi secara nasional, tidak hanya untuk PKH, tapi juga subsidi lain seperti LPG dan BBM,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir karena mekanisme lama masih tetap berlaku hingga ada keputusan resmi.

Reformasi Perlindungan Sosial

Lebih lanjut, Rahmat menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital. Sistem baru diharapkan mampu menekan tingkat salah sasaran bansos sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Subsidi energi saja mencapai Rp500 triliun per tahun. Sangat penting memastikan penerimanya tepat. Skema baru ini juga diharapkan memperkuat legitimasi pemerintah,” tegasnya.

Selain data kependudukan, uji coba juga melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga tokoh lokal untuk menjaga transparansi. Rahmat menilai, dukungan pemerintah daerah Banyuwangi yang proaktif menjadi contoh nyata kepemilikan reformasi di tingkat lokal.

“Perubahan ini bukan sekadar instruksi pusat, tapi lahir dari kebutuhan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga

Batu Bara Dongkrak Ekspor, Aceh Raih Surplus Perdagangan

Aceh - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada...

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Renovasi Rumah Jelang Lebaran? Tren Lantai 2026 Ini Bikin Hunian Makin Hangat

Lantai berperan penting dalam membangun kesan bersih, luas, dan...

Governance Reset BUMN Jadi Sorotan, Langkah Baru Dorong Hilirisasi dan Investasi

Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini