32.9 C
Jakarta
Kamis, Maret 12, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPWISATATerungkap, Begini Cara Pemerintah Lumajang Merawat Candi agar Tetap Kokoh

Terungkap, Begini Cara Pemerintah Lumajang Merawat Candi agar Tetap Kokoh

Lumajang – Candi-candi di Lumajang bukan sekadar peninggalan arkeologi, melainkan saksi peradaban Nusantara yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Keberadaannya menjadi warisan budaya yang harus dijaga, bukan hanya sebagai identitas bangsa, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

Hingga kini, baru dua candi di Lumajang yang memperoleh anggaran perawatan rutin dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI. Kedua candi tersebut adalah Candi Agung di Kecamatan Randuagung dan Candi Gedong Putri di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro.

Tenaga Teknis Arkeologi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang, Aries Purwanty, menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan tidak hanya digunakan untuk pembersihan, tetapi juga memastikan kondisi fisik candi tetap kuat dan terpelihara.

“Anggarannya masih berjalan sampai sekarang, dan sementara ini baru dua candi itu yang mendapat dukungan dari BPKW XI,” ujar Aries, Kamis (18/9).

Berkat perawatan berkelanjutan, kedua candi tersebut kini tampak lebih rapi, bersih, dan terjaga. Meski begitu, Aries menekankan pentingnya perhatian terhadap situs lain, salah satunya Situs Biting, yang mendapat alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena statusnya sebagai cagar budaya strategis.

“Kalau untuk Situs Biting, anggarannya ditangani langsung oleh provinsi karena termasuk dalam cagar budaya yang dikelola khusus,” tambahnya dikutip dalam laman infopublik.

Menurut Aries, pelestarian cagar budaya tidak hanya soal menjaga bangunan fisik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Dukungan publik sangat dibutuhkan, baik dalam menjaga kebersihan maupun melindungi situs agar tidak dirusak.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa peninggalan bersejarah seperti candi memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya yang bernilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik, warisan leluhur ini bukan hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Pelestarian tidak hanya untuk menghargai masa lalu, tapi juga investasi bagi masa depan. Candi bisa menjadi ruang belajar, pusat wisata sejarah, sekaligus penguat identitas bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Sertifikat SLHS Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen Depot Air Minum

Jakarta - Kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi...

Waspada Campak Saat Libur Lebaran, Kemenkes Siapkan Langkah Antisipasi

Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang mudik dan libur...

UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital

Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini