33.4 C
Jakarta
Minggu, April 26, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIDukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

Dukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

Gorontalo – Sebagai BUMN konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah melalui program Asta Cita untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Percepatan pembangunan Bendungan Bulango Ulu adalah bukti nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana dikutip dalam laman brantas-abipraya.

Hingga 15 September 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 89,23 persen. Bendungan Bulango Ulu memiliki kapasitas tampung 140,95 juta m³ dengan volume efektif 58,61 juta m³. Infrastruktur ini akan menyuplai air bagi tiga Daerah Irigasi (DI) yakni Alale, Lomaya, dan Pilohayanga.

Selain irigasi, bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah 629 hektare, penyedia air baku sebesar 2,2 m³ per detik, pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 4,96 Megawatt, sekaligus destinasi wisata dan sarana olahraga air baru di Gorontalo.

Dukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu
Progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan teknologi tipe urugan batu berinti tegak di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (katafoto/HO/Brantas Abipraya)

Dengan kemampuan mengairi lebih dari 4.950 hektare lahan pertanian, bendungan ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir hingga 80 persen di hilir Sungai Bolango, menyediakan pasokan air bersih bagi kebutuhan domestik dan industri, serta menambah suplai energi ramah lingkungan melalui pembangkit listrik mikrohidro.

Dari sisi teknologi, pembangunan bendungan ini menggunakan tipe urugan batu berinti tegak dengan luas genangan mencapai 614,72 hektare. Proyek juga dilengkapi spillway, terowongan pengelak, serta fasilitas hidromekanikal berstandar tinggi. Bahkan, bendungan ini mencatatkan rekor MURI sebagai spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan kemiringan tertinggi dan terlebar di Indonesia, menjadi bukti inovasi teknik dalam infrastruktur air.

“Penghargaan GCG menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk selalu menerapkan tata kelola yang baik dalam setiap proyek. Melalui percepatan Bendungan Bulango Ulu, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi ketahanan air dan pangan, dengan integritas serta keberlanjutan sebagai fondasi utama,” tutup Dian Sovana.

Baca Juga

SIG Gaspol Energi Bersih! Emisi Turun, Batu Bara Ditekan

Jakarta - Meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim,...

Keren, 5 Prodi Fikes UIN Jakarta Raih Akreditasi Internasional hingga 2030

Jakarta - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah...

Hadir dengan Teknologi Google, Hyundai Ioniq 3 Siap Guncang Pasar EV

Hyundai terus memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan model...

Bupati Donggala Kaget, 4.000 Rumah Tidak Layak Huni tapi Bantuan hanya 200 Unit

Donggala - Bupati Vera Elena Laruni mengungkapkan bahwa sekitar...

Katrili Jadi Solusi Peningkatan Hasil Panen Berkelanjutan

Yogyakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini