29.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIDukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

Dukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu

Gorontalo – Sebagai BUMN konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah melalui program Asta Cita untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Percepatan pembangunan Bendungan Bulango Ulu adalah bukti nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana dikutip dalam laman brantas-abipraya.

Hingga 15 September 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 89,23 persen. Bendungan Bulango Ulu memiliki kapasitas tampung 140,95 juta m³ dengan volume efektif 58,61 juta m³. Infrastruktur ini akan menyuplai air bagi tiga Daerah Irigasi (DI) yakni Alale, Lomaya, dan Pilohayanga.

Selain irigasi, bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah 629 hektare, penyedia air baku sebesar 2,2 m³ per detik, pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 4,96 Megawatt, sekaligus destinasi wisata dan sarana olahraga air baru di Gorontalo.

Dukung Ketahanan Pangan, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Bulango Ulu
Progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan teknologi tipe urugan batu berinti tegak di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (katafoto/HO/Brantas Abipraya)

Dengan kemampuan mengairi lebih dari 4.950 hektare lahan pertanian, bendungan ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir hingga 80 persen di hilir Sungai Bolango, menyediakan pasokan air bersih bagi kebutuhan domestik dan industri, serta menambah suplai energi ramah lingkungan melalui pembangkit listrik mikrohidro.

Dari sisi teknologi, pembangunan bendungan ini menggunakan tipe urugan batu berinti tegak dengan luas genangan mencapai 614,72 hektare. Proyek juga dilengkapi spillway, terowongan pengelak, serta fasilitas hidromekanikal berstandar tinggi. Bahkan, bendungan ini mencatatkan rekor MURI sebagai spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan kemiringan tertinggi dan terlebar di Indonesia, menjadi bukti inovasi teknik dalam infrastruktur air.

“Penghargaan GCG menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk selalu menerapkan tata kelola yang baik dalam setiap proyek. Melalui percepatan Bendungan Bulango Ulu, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi ketahanan air dan pangan, dengan integritas serta keberlanjutan sebagai fondasi utama,” tutup Dian Sovana.

Baca Juga

BPJS Kesehatan Tegaskan Tak Ada Kenaikan Iuran JKN, Simak Rinciannya

Jakarta - BPJS Kesehatan menegaskan bahwa tarif iuran Program...

Tak Ada Ampun, Pelaku Perundungan Terancam Kehilangan KJP

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya...

Jakarta Siap Andalkan Kecerdasan Buatan untuk Percepat Layanan Publik

Jakarta - Sebagai kota dengan populasi lebih dari 11...

Data Geospasial Dinilai Jadi Kunci Penyelesaian Sengketa Lahan Pasuruan

Jakarta - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil)...

Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE),...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini