Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan medis di seluruh rumah sakit yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan tetap berjalan selama periode libur Lebaran, meskipun akan ada beberapa penyesuaian dalam operasionalnya.
Saat meninjau kesiapan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (16/3), Menkes Budi menyampaikan bahwa layanan darurat tetap beroperasi secara penuh. Ia mencontohkan penanganan pasien stroke, pemeriksaan CT scan, hingga tindakan operasi untuk kasus pendarahan tetap tersedia tanpa pembatasan.
“Selama liburan panjang ini sesuai arahan dari Bapak Presiden, kita akan tetap beroperasi untuk tindakan-tindakan emergency. Yang sifatnya emergency atau menyelamatkan nyawa itu beroperasi penuh,” kata Menkes Budi.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan akan melakukan penyesuaian terhadap layanan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20–23 Maret 2026. Tindakan elektif merupakan prosedur medis yang telah dijadwalkan sebelumnya dan tidak bersifat darurat, seperti pemeriksaan rutin maupun terapi yang telah direncanakan.
“Jadi tugasnya para Dirut (Rumah Sakit Kemenkes) adalah mengatur ulang jumlah tenaga SDM-nya yang diperlukan untuk menjalankan tindakan-tindakan terjadwal, elektif atau non-emergency. Karena mungkin akan lebih banyak jumlah layanan di hari sebelum atau di hari sesudahnya,” kata Menkes Budi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa periode libur Lebaran biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, pemerintah secara proaktif ingin memastikan bahwa fasilitas layanan, sistem pelayanan, serta kesiapan tenaga kesehatan dan petugas pendukung berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan yang cepat, responsif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rini.

