33.3 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIRupiah Melemah, Peritel Wanti-Wanti Harga Fesyen di Mal Bakal Melonjak

Rupiah Melemah, Peritel Wanti-Wanti Harga Fesyen di Mal Bakal Melonjak

Jakarta – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengingatkan potensi kenaikan harga sejumlah produk fesyen di pusat perbelanjaan mulai Juli 2026. Produk yang berpotensi mengalami penyesuaian harga antara lain pakaian, sepatu, dan tas.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengatakan saat ini harga barang di mal masih relatif stabil karena pelaku usaha masih mengandalkan stok lama yang masuk setelah periode Lebaran 2026.

Namun, kondisi tersebut dikhawatirkan tidak akan bertahan lama apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada di level tinggi saat jatuh tempo pembayaran impor tiba.

“Nah, ini yang saya takut tadi bulan ke-7. Kalau dolarnya masih tinggi, sedangkan jatuh tempo pembayaran, nah itu yang kita khawatir. Harusnya kalau bisa cepetan diturunkan,” ujar Budihardjo usai peluncuran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) untuk periode libur sekolah di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/6).

Menurutnya, potensi kenaikan harga terutama akan terjadi pada produk-produk fesyen yang banyak bergantung pada pasokan impor.

“Kayak sepatu, baju-baju, tas gitu,” ungkapnya.

Dilansir dari laman Liputan6, Budihardjo menjelaskan sepanjang tahun ini harga sejumlah produk ritel sebenarnya telah mengalami kenaikan sebanyak dua kali. Kondisi tersebut dipicu oleh tersendatnya arus barang impor yang berdampak pada keterbatasan stok di pasaran.

Ia menilai ketersediaan stok menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga barang di pusat perbelanjaan. Karena itu, Hippindo telah berkoordinasi dengan pemerintah agar para pemilik merek dan pelaku usaha yang telah memiliki gerai resmi di mal diberikan kemudahan dalam melakukan impor.

“Kami sudah koordinasi agar Hippindo ini yang sudah punya toko di mal, yang sudah punya brand, diizinkan untuk mengimpor. Kalau kemarin kita diizinkan impor kan, otomatis kan kita punya stok. Kalau punya stok kan nggak buru-buru naik juga. Stok tuh penting,” bebernya.

Lebih lanjut, pelaku usaha ritel berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan perizinan impor bagi merek-merek besar yang beroperasi di pusat perbelanjaan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi kenaikan harga.

“Kalau ngajuin impor, diberikan lah kemudahan dan sebebasnya. Karena mereka begitu impornya masuk, mereka akan buka toko, ngisi stok,” pinta Budihardjo.

Hippindo berharap kelancaran proses impor dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga pasokan produk fesyen di pasar domestik, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan tantangan perdagangan global.

Baca Juga

Jakarta Tebar Peluang Investasi Rp271 Triliun, Investor Asing Mulai Melirik

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan puluhan proyek...

Program Makan Gratis Masuk Wilayah 3T, BGN Andalkan Kantin dan Dapur CSR

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah skema...

Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE),...

Angka Kematian Jemaah Jadi Sorotan, Aturan Haji 2027 Bakal Lebih Ketat

Malang - Kementerian Haji dan Umrah berencana memperketat persyaratan...

Kasus Korupsi yang Menyeret Silmy Karim Berawal dari Keluhan Pelayanan Imigrasi

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini