Jakarta – Cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir dirasakan warga Jakarta. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada 14–15 Maret 2026 suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia tercatat di Jakarta, mencapai 35,6 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan guna menghindari gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke).
“Gubernur Pramono menekankan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan warga tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, tetap diimbau untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan,” ujar Chico dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3).
Dilansir dari laman berita jakarta, adapun sejumlah langkah yang disarankan agar terhindar dari dampak panas ekstrem antara lain:
- Perbanyak konsumsi cairan dengan minum air putih setidaknya 8–10 gelas per hari, dan lebih banyak saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari minuman berkafein dan beralkohol karena dapat mempercepat dehidrasi.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, khususnya antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Jika harus beraktivitas, gunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian longgar berwarna terang, kacamata hitam, serta tabir surya dengan SPF minimal 30.
- Berikan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia, balita, pekerja lapangan, serta penderita penyakit kronis (misalnya jantung dan diabetes), agar tetap berada di lingkungan yang sejuk dan terlindung.
- Waspadai tanda-tanda bahaya akibat panas, seperti pusing hebat, mual, muntah, lemas berlebihan, kulit terasa panas dan kering, hingga kejang. Jika mengalami gejala tersebut, segera menuju fasilitas kesehatan atau hubungi layanan darurat 112.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah kota administrasi, hingga perangkat wilayah seperti lurah dan camat untuk meningkatkan sosialisasi melalui RT/RW serta memantau kondisi kesehatan warga lewat Puskesmas dan Posyandu.
Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca secara harian sekaligus memberikan peringatan dini. Masyarakat diimbau saling mengingatkan dan menjaga kondisi kesehatan.
“Kami juga memantau perkembangan cuaca menjelang periode mendatang agar langkah antisipasi dapat disesuaikan secara cepat,” tandas Chico.

