Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat melihat langsung ke gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi stok beras di lapangan sesuai dengan data yang dilaporkan.
“Jadi ini kita cek benaran mulai depan samping belakang kita cek jangan sampai di depan penuh di belakang kosong. Dulu gudang Bulog di Sulawesi Selatan itu penuh maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 700 ribu ton seluruh Sulawesi Selatan, tapi seluruh Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik berdiri,” kata Mentan Amran.
Ia menjelaskan, lonjakan stok tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu relatif singkat. Kebijakan tersebut mencakup kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, penurunan harga pupuk bersubsidi, hingga penerapan pertanian modern dan langkah strategis lainnya.
“Jadi enggak usah diragukan, sekarang ini arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama Presiden, itu terbukti bisa menaikkan produksi beras, pangan dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun,” ungkapnya.
Menurut Amran, kondisi stok beras saat ini bahkan sudah melampaui kapasitas gudang yang tersedia. Pemerintah pun terpaksa menambah ruang penyimpanan melalui skema penyewaan gudang.
“Sekarang gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Nah, ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 hari, 20 hari stok sudah 5 juta ton,” ucap Mentan.
Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.
“Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.
Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, khususnya di Sulawesi Selatan yang kini mencapai sekitar 761 ribu ton—lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton. Ini hari ini 700 ribu ton. Dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. 20 hari lagi 5 juta ton. Dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton,” jelasnya.
Untuk mengakomodasi hasil panen petani yang terus meningkat, pemerintah juga terus memperluas kapasitas penyimpanan.
“Bayangkan, dulu gudangnya yang disewakan ke orang karena tidak ada isinya. Sekarang ini sewa gudang,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa kondisi stok tersebut telah diverifikasi langsung melalui pengecekan menyeluruh di lapangan.
“Karena kita harus cek langsung. Kita tidak boleh, bukan saatnya kita pura-pura. Kami lihat di depan, kami lihat truk. Ini gudang paling belakang, ini semua penuh. Nah ini tolong disampaikan kepada orang yang tidak percaya. Dan yang tidak percaya, boleh mengecek gudang seluruh Indonesia,” tegasnya.
Amran menambahkan, jika memperhitungkan stok yang ada, cadangan di sektor horeka (hotel, restoran, kafe), serta potensi panen yang masih berlangsung, maka ketersediaan pangan nasional diyakini aman.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” pungkas Mentan Andi Amran Sulaiman.

