Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat performa positif pada layanan digital Access by KAI sepanjang Triwulan I 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, aplikasi tersebut mencatat 8.125.645 transaksi pembelian tiket kereta api jarak jauh dan lokal, atau setara 76,49% dari total penjualan tiket melalui berbagai kanal lain seperti mitra, Contact Center 121, situs resmi KAI, loket, hingga vending machine.
Jumlah tersebut merepresentasikan total transaksi, bukan jumlah individu pengguna, karena satu kode booking dapat digunakan untuk beberapa penumpang dalam satu perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut tingginya angka transaksi ini mencerminkan perubahan perilaku pelanggan yang kini semakin mengandalkan layanan digital untuk merencanakan perjalanan.
“Access by KAI kini menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan membuat pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dalam satu aplikasi,” ujar Anne dikutip dalam keterangan tertulis.
Tak hanya untuk pembelian tiket kereta jarak jauh, Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang semakin lengkap. Fitur tambahan seperti pemesanan hotel, layanan E-Porter (bantuan porter di stasiun), hingga pembayaran listrik tersedia dalam satu platform. Aplikasi ini juga terhubung dengan berbagai moda transportasi lanjutan seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek yang sebagian memiliki aplikasi tersendiri.
Kinerja Access by KAI turut sejalan dengan pertumbuhan layanan KAI Group secara keseluruhan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 116.451.006 pelanggan.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” ujar Anne.
Untuk layanan kereta jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, jumlah pelanggan mencapai 14.515.350 orang, naik 18,40% dibandingkan 12.261.632 pelanggan pada Triwulan I 2025. Peningkatan ini salah satunya dipengaruhi momentum Lebaran yang mendorong lonjakan mobilitas antarkota.
Sementara itu, mobilitas harian juga tetap tinggi. KAI Commuter mencatat 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11% dibandingkan 93.773.976 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” jelas Anne.
LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, tumbuh 22,10% dibandingkan 6.351.283 pelanggan pada Triwulan I 2025. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas di kawasan penyangga Jakarta yang membutuhkan mobilitas cepat dan terintegrasi.
Layanan KA Bandara mencatat 1.755.275 pelanggan, naik 8,48% dari 1.618.119 pelanggan pada tahun sebelumnya. Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu, sementara di Yogyakarta, KA Bandara YIA menjadi bagian penting akses menuju destinasi wisata dan pusat aktivitas.
LRT Sumsel melayani 1.084.242 pelanggan, meningkat 7,38% dibandingkan 1.009.737 pelanggan pada Triwulan I 2025, menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring.
Whoosh melayani 1.408.815 pelanggan, naik 4,07% dari 1.353.760 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikan perjalanan Jakarta–Bandung semakin cepat dan efisien.
Untuk wilayah timur Indonesia, layanan KA Makassar–Parepare mencatat 75.421 pelanggan, meningkat signifikan sebesar 66,45% dibandingkan 45.312 pelanggan pada Triwulan I 2025, menunjukkan penerimaan yang semakin baik terhadap moda transportasi ini.
Sementara itu, KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, melonjak 110,10% dari 37.187 pelanggan tahun sebelumnya. Layanan seperti kereta panoramic, kereta wisata, hingga kereta istimewa memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.
Anne menambahkan, pertumbuhan ini menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Access by KAI dalam merencanakan perjalanan.
“Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung,” tutup Anne.

