Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mempercepat pembangunan sumur bor di Kabupaten Nganjuk sebagai langkah memperkuat ketersediaan air guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Peninjauan dilakukan di Kecamatan Ngetos pada Sabtu (11/4) untuk memastikan percepatan penyediaan air baku bagi masyarakat dan sektor pertanian, khususnya dalam mengantisipasi musim kemarau.
Dody menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas pertanian dan kesinambungan produksi pangan.
“Kemarin saya berkunjung ke sini, Pak Kepala Desa mengeluh karena wilayah ini tandus, kekurangan air, dan sawahnya masih tadah hujan,” ujar Dody dikutip dalam keterangan tertulis Senin (13/4).
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas mulai melakukan pengeboran sumur dalam di dua lokasi, salah satunya di Desa Oro-Oro Ombo.
“Kita sudah mulai melakukan pengeboran. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan hasil survei geolistrik, potensi air tanah berada pada kedalaman sekitar 130 hingga 150 meter dengan perkiraan debit dua hingga lima liter per detik. Sumber air ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 233 kepala keluarga atau 780 jiwa, sekaligus menunjang irigasi hingga 120 hektare lahan pertanian.
Untuk menunjang operasional, pembangunan dilengkapi dengan rumah pompa, tangki air berkapasitas 5.000 liter, serta jaringan perpipaan sesuai standar teknis.
Selain itu, Dody menekankan pentingnya distribusi air yang efisien melalui pembangunan jaringan irigasi hingga tingkat tersier.
“Air yang dialirkan ke sawah harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Akan kita bangun juga saluran tersier agar distribusinya lebih optimal,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian PU juga merencanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut guna meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.
“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi,” tambahnya.
Melalui pembangunan sumur bor dan penguatan sistem air minum ini, pemerintah menargetkan peningkatan intensitas tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

