32.9 C
Jakarta
Minggu, Agustus 23, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANBMKG Peringatkan Risiko Karhutla Meningkat di Sumatra, Warga Diminta Siaga

BMKG Peringatkan Risiko Karhutla Meningkat di Sumatra, Warga Diminta Siaga

Riau – Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa hari ke depan. Peringatan tersebut menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan meningkatnya risiko kebakaran di hampir seluruh wilayah Sumatra.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan hasil pemantauan melalui indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) memperlihatkan kondisi yang perlu diwaspadai, terutama di kawasan dengan lahan gambut.

“Prediksi BMKG menunjukkan dalam satu minggu ke depan tingkat kemungkinan kejadian kebakaran di Sumatra meningkat. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan sejak dini, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki lahan gambut,” ujar Ferdian di Pekanbaru, Riau, Rabu (8/7).

FFMC merupakan salah satu indeks yang digunakan BMKG untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar ringan di permukaan tanah. Perhitungannya didasarkan pada sejumlah parameter cuaca, seperti suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan curah hujan.

Semakin tinggi nilai FFMC, semakin kering kondisi bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti serasah daun, humus permukaan, alang-alang, serta vegetasi kering lainnya. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah muncul dan cepat menyebar ketika terdapat sumber panas.

BMKG Peringatkan Risiko Karhutla Meningkat di Sumatra, Warga Diminta Siaga

Ferdian menjelaskan, kebakaran yang bermula dari vegetasi kering di permukaan dapat berkembang menjadi kebakaran lahan yang lebih luas, terutama jika terjadi di kawasan gambut.

“Ketika bahan bakar ringan di permukaan sudah mengering, percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran. Apalagi jika terjadi di lahan gambut, api dapat merambat hingga ke bawah permukaan sehingga proses pemadamannya jauh lebih sulit,” katanya.

Peringatan tersebut diperkuat dengan kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Kebakaran melanda area penggunaan lain yang didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa pakis, semak belukar, dan kelapa sawit.

Berdasarkan laporan Manggala Agni Daerah Operasi Sumatra IV/Pekanbaru, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Pada hari pertama operasi pemadaman, petugas berhasil mengendalikan api di sekitar 0,3 hektare, sementara proses pemadaman masih terus berlanjut.

Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pemadaman dilakukan menggunakan pompa Mini Striker dengan memanfaatkan sumber air dari kanal yang berada di sekitar lokasi.

Menurut Ferdian, tantangan terbesar dalam penanganan kebakaran di lahan gambut adalah api yang tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah sehingga membutuhkan proses pendinginan lebih lama.

“Pemadaman di lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah. Oleh sebab itu, petugas akan terus melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan api kembali,” jelas Ferdian.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api selama kondisi cuaca masih mendukung terjadinya kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api. Pencegahan jauh lebih efektif daripada melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi,” tegas Ferdian.

Baca Juga

Terkumpul Rp3,8 Miliar, ASN DKI Kompak Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, bantuan...

Limbah Jadi Material Masa Depan, Parongpong RAW Lab dan MYCL Buka Peluang Ekonomi Baru

Bandung - Persoalan lingkungan dan kesenjangan ekonomi semakin membutuhkan...

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen, Tapi Lapangan Kerja Justru Jadi Sorotan

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai sekitar 5,45...

Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah, BGN Gandeng Kementerian PKP Cari Solusi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui...

Bikin Negara Terancam Rugi Rp1 Triliun, Jaringan Materai Palsu Dibongkar

Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini