Jakarta – Perumda Dharma Jaya menargetkan penyelenggaraan 1.416 titik bazar sepanjang tahun ini guna memudahkan masyarakat memperoleh protein hewani dengan harga terjangkau.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyampaikan bahwa hingga Maret 2026 pihaknya telah merealisasikan 480 titik bazar.
“Kami menargetkan minimal setara, bahkan melampaui capaian 1.200 titik tahun sebelumnya. Hingga Maret, kami sudah menjangkau 480 titik,” ujarnya, Rabu (15/4).
Ia menambahkan, dengan rata-rata pelaksanaan enam titik bazar per hari, perusahaan optimistis target tersebut bisa terlampaui hingga akhir tahun.
Untuk mendukung distribusi, Dharma Jaya juga menambah armada kendaraan berpendingin dari dua unit menjadi empat unit. Penambahan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan.
“Penambahan armada akan memperluas jangkauan layanan. Dengan kapasitas yang meningkat, potensi realisasi tahun ini akan lebih besar,” katanya.
Raditya memastikan, harga daging yang dijual tetap berada di bawah harga pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menekan inflasi daerah. Selain melayani warga Jakarta, permintaan dari wilayah penyangga juga dilayani secara selektif.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan daging berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Ini yang mendorong tingginya antusiasme masyarakat,” katanya.
Masyarakat dapat memperoleh informasi harga pangan terbaru melalui akun Instagram resmi @djawarameat maupun situs web perusahaan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menilai langkah Dharma Jaya menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi.
Ia menilai, perluasan titik bazar hingga ratusan lokasi menunjukkan kehadiran nyata pemerintah dalam memastikan akses masyarakat terhadap protein hewani yang berkualitas dan terjangkau.
“Kami mengapresiasi upaya Dharma Jaya yang konsisten memperluas jangkauan distribusi. Ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ungkapnya.
Eli juga menambahkan, peningkatan armada distribusi serta konsistensi harga di bawah pasar mencerminkan kesiapan BUMD dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMD seperti Dharma Jaya menjadi kunci dalam membangun ekosistem pangan yang kuat.
“Dengan dukungan infrastruktur distribusi yang semakin baik, kami optimistis program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan,” tandasnya.

