32.8 C
Jakarta
Kamis, September 10, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALSekolah Rakyat Butuh 9.000 Tenaga Baru, Kesempatan Emas Jadi Guru

Sekolah Rakyat Butuh 9.000 Tenaga Baru, Kesempatan Emas Jadi Guru

Jakarta – Kementerian Sosial mengusulkan penambahan lebih dari 5.000 formasi guru serta 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Langkah ini dilakukan untuk mendukung ekspansi program Sekolah Rakyat yang terus berkembang.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf melalui keterangan resmi pada Kamis (23/4). Ia menegaskan bahwa kebutuhan tambahan tenaga pengajar menjadi krusial seiring lonjakan jumlah peserta didik yang ditargetkan dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk sekolah rakyat ini,” kata Mensos, Saifullah Yusuf.

Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat hampir mencapai 16.000 orang. Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru pada tahun ini, sehingga totalnya diproyeksikan melampaui 45.000 peserta didik.

Tak hanya itu, pada tahun depan jumlah siswa baru ditargetkan meningkat hingga lebih dari 60.000 orang, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. “Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru,” tuturnya.

Untuk kebutuhan tenaga pengajar, Kementerian Sosial menyerahkan penentuan spesifikasi dan keahlian kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun demikian, para guru dan tenaga kependidikan yang nantinya direkrut tetap akan mengikuti pelatihan dan pembinaan khusus, termasuk program retreat, guna memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4), berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini mengusung pendekatan pengentasan kemiskinan terpadu, dengan mengintegrasikan berbagai layanan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga saat ini telah beroperasi 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 38 provinsi sejak Juli 2025. Fasilitas tersebut telah menampung sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan dukungan ribuan tenaga pendidik.

Selain itu, pemerintah juga tengah membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini, sebagai bagian dari target jangka panjang pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Baca Juga

Jangan Terjebak Hype, DANA Bongkar Cara Mengubah AI Jadi Mesin Produktivitas

Jakarta - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas...

Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari Kedua

Banten - Operasi pencarian rombongan speedboat yang hilang kontak...

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan...

Pune Jadi Ladang Baru Pariwisata Indonesia, Transaksi Rp12,8 Miliar Berhasil Dibidik

Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi senilai...

Masker Naik Harga Berkali-kali Lipat, Pramono Anung: Jangan Dipermainkan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan para...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini