33.6 C
Jakarta
Jumat, Juni 19, 2026
BerandaKATA BERITASENI BUDAYABegini Cara Warga Pedawa Lestarikan Bahasa Leluhur di Era Modern

Begini Cara Warga Pedawa Lestarikan Bahasa Leluhur di Era Modern

Bali – Sekolah Adat Manik Empul di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar program revitalisasi bahasa dan sastra lisan Pedawa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

Program tersebut merupakan langkah berkelanjutan dalam pelestarian budaya lokal yang selama ini dijalankan Sekolah Adat Manik Empul melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Sejumlah aktivitas budaya turut meramaikan kegiatan ini, seperti mesatua (tradisi bercerita), banyolan berbahasa Pedawa, pembacaan puisi, hingga pidato menggunakan bahasa lokal. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam keseharian masyarakat.

Kepala Sekolah Adat Manik Empul, Wayan Sadnyana, menegaskan pentingnya revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya masyarakat Pedawa.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana, Sabtu (2/5).

Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat eksistensi bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, sekaligus menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam istilah tradisional masyarakat setempat.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan sepanjang Mei 2026 di wantilan Desa Adat Pedawa, dengan melibatkan relawan, tokoh adat, serta peserta lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum.

Pelibatan berbagai kelompok usia dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal, sekaligus memperkuat interaksi sosial berbasis tradisi di tengah masyarakat.

Melalui program ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya terjaga, tetapi juga kembali hidup dan berkembang sebagai warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.

Baca Juga

Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini

Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta...

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah, Menteri PPPA: Tak Ada Toleransi

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),...

Hotel Sultan Dieksekusi, Konflik Panjang Pemerintah dan PT Indobuildco

Jakarta - Eksekusi lahan kompleks Hotel Sultan di kawasan...

Investasi EV Rp15 Triliun dari Tiongkok Masuk Kendal, Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Semarang - Investasi besar kembali masuk ke Jawa Tengah....

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini