28.4 C
Jakarta
Minggu, Mei 31, 2026
BerandaTREN OTOMOBILBMW Siap Uji Robot Humanoid di Pabrik, Apakah Pekerja Manusia Akan Tergeser?

BMW Siap Uji Robot Humanoid di Pabrik, Apakah Pekerja Manusia Akan Tergeser?

BMW Group berencana memanfaatkan robot humanoid dalam proses produksi kendaraan di pabrik Leipzig, Jerman Timur, mulai musim panas tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika ke dalam lini manufaktur otomotif.

Kepala Manajemen Proses dan Digitalisasi BMW, Michael Nikolaides, menilai penggunaan robot humanoid akan menjadi bagian penting dari masa depan industri otomotif.

“Ini akan menjadi masa depan produksi otomotif,” kata Nikolaides kepada BBC. “Jika Anda memiliki bentuk humanoid, Anda dapat menempatkannya di hampir semua tempat kerja di mana manusia bekerja saat ini karena memiliki ukuran dan kemampuan yang sama.”

Meski memiliki kemampuan yang mirip dengan manusia, BMW melihat robot humanoid menawarkan sejumlah keuntungan. Salah satunya adalah biaya pengembangan teknologi yang semakin terjangkau dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, desain robot yang menyerupai manusia memungkinkan penggunaannya di fasilitas produksi yang sudah ada tanpa perlu melakukan perubahan besar pada tata letak pabrik.

Juru bicara BMW menjelaskan bahwa perusahaan saat ini fokus mengevaluasi area kerja yang paling cocok untuk dibantu oleh robot humanoid, terutama pekerjaan yang bersifat berulang, membutuhkan tenaga fisik besar, atau memiliki risiko keselamatan tinggi.

BMW Siap Uji Robot Humanoid di Pabrik, Apakah Pekerja Manusia Akan Tergeser?
Robot humanoid bernama AEON yang digunakan BMW merupakan hasil pengembangan perusahaan teknologi asal Swiss, Hexagon Robotics memiliki tinggi sekitar 1,65 meter dengan bobot sekitar 60 kilogram. (autoexpress/BMW)

“Fokusnya adalah memahami di mana teknologi ini dapat mendukung tugas-tugas yang berulang, menuntut secara fisik, atau kritis terhadap keselamatan,” ujar juru bicara BMW dikutip dari laman Auto Express.

Ia menambahkan bahwa bentuk humanoid menjadi keunggulan tersendiri karena dapat langsung beroperasi di lingkungan kerja yang dirancang untuk manusia.

“Bentuk humanoid penting karena memungkinkan jenis robot ini diuji di lingkungan produksi yang sudah ada dan dirancang untuk manusia, daripada membutuhkan tata letak yang sepenuhnya baru sejak awal. Tujuannya adalah untuk meringankan beban karyawan di area yang sesuai dan mempelajari bagaimana AI Fisik dapat mendukung proses produksi di masa depan.”

BMW sebenarnya telah memulai pengujian robot humanoid di Jerman sejak awal tahun ini, setelah sebelumnya menjalankan uji coba serupa di pabrik Spartanburg, Amerika Serikat. Saat implementasi resmi dimulai di Leipzig, robot berbasis AI tersebut akan digunakan dalam proses perakitan baterai tegangan tinggi serta pembuatan berbagai komponen kendaraan.

Pabrik Leipzig sendiri menjadi lokasi produksi sejumlah model BMW dan MINI, termasuk MINI Countryman E listrik, BMW Seri 1, serta BMW Seri 2 Gran Coupé dan Active Tourer yang menggunakan teknologi mild hybrid.

Robot yang digunakan BMW merupakan hasil pengembangan perusahaan teknologi asal Swiss, Hexagon Robotics. Robot bernama AEON itu memiliki tinggi sekitar 1,65 meter dengan bobot sekitar 60 kilogram.

AEON mampu mengangkat beban hingga 15 kilogram dalam waktu singkat atau membawa beban 8 kilogram secara berkelanjutan tanpa batasan waktu. Untuk mendukung operasional hingga delapan jam kerja, robot ini juga dapat mengganti baterainya sendiri ketika daya mulai menurun, yang biasanya terjadi setelah sekitar tiga jam penggunaan.

Pemanfaatan robot humanoid di industri otomotif sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Renault memperkenalkan robot bernama Calvin yang bertugas memindahkan ban kendaraan listrik berbobot besar di fasilitas produksinya di Douai, Prancis.

Saat ini, hampir seluruh produsen otomotif global telah mengandalkan berbagai bentuk otomatisasi, mulai dari lengan robot untuk proses pengelasan hingga kendaraan otonom yang mendistribusikan komponen di area pabrik dan gudang.

BMW menegaskan pengembangan teknologi robotika akan terus dilakukan di berbagai fasilitas produksinya, meskipun perusahaan belum mengumumkan lokasi berikutnya untuk penerapan robot humanoid setelah Leipzig.

“Meskipun kami belum menetapkan rencana publik untuk uji coba atau penerapan robot humanoid kami berikutnya [selain Leipzig], BMW Group terus mengembangkan dan menguji teknologi robotika di seluruh jaringan produksinya,” kata BMW.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas di Inggris telah menggunakan robot untuk mendukung kegiatan operasional.

“Di Inggris, misalnya, baik Pabrik MINI Oxford maupun Pabrik BMW Group Hams Hall memiliki anjing robot untuk mendukung aktivitas inspeksi dan pemantauan.”

Baca Juga

Aston Martin DB9 Bekas Disulap Jadi Mobil 007 Ala James Bond

Selama puluhan tahun, karakter James Bond dikenal selalu tampil...

TACO Ubah Pengalaman Pengunjung di brightspotCITY 2026

Jakarta - Industri ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan...

Internet Cepat Harga Murah Jadi Solusi Baru, Ini Target Pemerintah

Jakarta - Layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif...

DPR Buka Suara: Karya Kreatif Berpotensi Dicuri AI Tanpa Izin

Jakarta - Anggota DPR, Mafirion, mendorong pemerintah agar segera...

Pemerintah Pangkas Pajak Penulis Jadi 1,5 Persen, Berlaku Mulai Semester II

Jakarta - Pemerintah resmi menyiapkan insentif pajak bagi penulis...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini