32.7 C
Jakarta
Minggu, September 6, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANPelemahan Rupiah Bikin Khawatir, BI Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Pelemahan Rupiah Bikin Khawatir, BI Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian karena berpotensi memicu kenaikan harga barang dan meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot hingga pukul 14.42 WIB, Selasa (02/06), rupiah ditutup melemah 37,50 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp17.842 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat turun tipis 0,03 persen ke level 99,17.

Pergerakan tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Senin (1/6), rupiah sempat menguat 76 poin atau 0,43 persen dan berakhir di level Rp17.805 per dolar AS.

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dapat berdampak pada kenaikan harga sejumlah barang yang masih bergantung pada impor. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, tekanan terhadap inflasi diperkirakan akan semakin besar.

“Barang-barang impor seperti kacang kedelai, kemudian jagung, ya pupuk, ya ini pun juga pasti akan berdampak negatif. Kita harus tahu bahwa semua barang-barang di dalam negeri ini kebanyakan adalah impor,” ujar Ibrahim dikutip dari laman berita satu, Selasa (2/6).

Menurut Ibrahim, kenaikan harga komoditas dan bahan baku impor akan memengaruhi biaya produksi berbagai sektor. Dampaknya kemudian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa situasi tersebut berpotensi mendorong laju inflasi. Apabila inflasi meningkat signifikan, Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga.

“Ini kemungkinan besar akan berdampak terhadap inflasi. Nah pada saat inflasi tinggi kemungkinan besar Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga,” ujarnya.

Ibrahim memperkirakan Bank Indonesia masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat dewan gubernur yang dijadwalkan berlangsung bulan ini.

“Bisa saja dalam pertemuan di bulan Juni ini Bank Sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga 25 basis point,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Mei 2026, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility juga naik menjadi 4,25 persen, sedangkan lending facility meningkat menjadi 6,00 persen.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada keputusan BI berikutnya. Arah kebijakan moneter diperkirakan akan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari pergerakan nilai tukar rupiah, perkembangan inflasi domestik, harga minyak dunia, hingga arus masuk dan keluar modal asing.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah saat ini tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi kondisi global. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah serta tingginya minat investor terhadap aset safe haven masih menjadi faktor yang membebani mata uang negara berkembang.

Di sisi lain, kebutuhan dolar AS untuk pembiayaan impor minyak dan berbagai komoditas strategis di dalam negeri masih cukup tinggi. Jika tekanan tersebut terus berlanjut, pelemahan rupiah berisiko meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya mengurangi daya beli masyarakat.

Baca Juga

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Zona Ini

Lumajang - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,...

KPAI Punya Cara Baru Awasi Perlindungan Anak, Begini Cara Kerja SIMEP PA 3.0

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meluncurkan Sistem...

Merasa Sulit Kaya? Bisa Jadi Anda Terjebak Money Scripts Sejak Masa Kanak-Kanak

Jakarta - Konsep money scripts diperkenalkan oleh Brad dan...

Kebakaran Sade Tak Hanya Rusak Rumah, 320 Pelaku Pariwisata Kehilangan Penghasilan

Jakarta - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Nusa...

Dokumen Nikah Tahun 1910 Masih Tersimpan di KUA Kediri, Tulisan Aksara Jawa Bikin Penasaran

Kediri - Lebih dari sekadar tempat pelayanan administrasi pernikahan,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini