25.8 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaKATA BERITADuduk Bersama Bahas Permasalahan Polusi Udara di Jabodetabek

Duduk Bersama Bahas Permasalahan Polusi Udara di Jabodetabek

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memimpin rapat audiensi dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membahas polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang semakin parah. Charles Honoris mengatakan penyebabnya bukan hanya kendaraan bermotor melainkan juga industri dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Polusi udara ini tak hanya satu sektor saja tetapi melibatkan berbagai sektor. Kalau kita lihat penyebabnya itu bisa dari polusi transportasi, bisa juga dari pembangkit listrik yang menggunakan batubara. Sehingga untuk menghadapi atau menyelesaikan masalah ini juga membutuhkan solusi yang komprehensif yang melibatkan berbagai sektor lainnya,” ungkap Charles melansir dari laman dpr.

Guna mencari solusi polusi udara, diperlukan tanggung jawab dari para pemangku kepentingan, terutama ketegasan pemerintah kepada para pelaku industri yang berkontribusi mencemari udara. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani mengungkapkan dampak dari polusi udara ini mengakibatkan penyakit paru-paru khususnya pada anak-anak.

“Nampaknya ini semakin menguatkan pimpinan untuk kita dorong kepada pemerintah. Karena bicara tentang permasalahan penyakit paru obstruktif kronik ya tentu pembiayaannya amat sangat besar dan itu adanya di titik hilir seperti itu,” ungkap Netty.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memimpin rapat audiensi dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di ruang rapat Komisi IX, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2023). (katafoto/HO/Farhan/nr)

Para ahli dan dokter paru memberikan sejumlah rekomendasi, mereka memaparkan mengenai polusi udara Jabodetabek yang makin parah. Perwakilan PDPI Agus Dwi Susanto mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan polusi udara harus lintas sektor dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang terpenting prevention-nya, mencegah supaya tidak timbul penyakitnya, apa yang upayanya, polutan nya itu diturunkan, dikontrol. Itu yang paling penting, nah pengontrolan itu di luar ranahnya kesehatan dan kita enggak bisa menjangkau itu,” ungkap Agus Dwi.

Lebih lanjut Netty mengatakan, perlunya Komisi IX mendapatkan poin-poin penting, saran, dan masukan untuk perumusan kebijakan guna mengatasi polusi udara, dan menjaga kesehatan anak. “Jadi kalau menurut saya ini nampaknya perlu kita dapatkan kajiannya secara mendalam karena banyak hal yang harus kita breakdown dan kita tindak lanjuti dengan berbagai rekomendasi,” ungkapnya.

Baca Juga

Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang

Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Kota Tua Jakarta Diserbu 2,4 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Jakarta - Kawasan Kota Tua Jakarta mencatat tingkat kunjungan...

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Ketol

Aceh - Akses penghubung antardesa di Kecamatan Ketol, Kabupaten...

Indonesia Hasilkan Sampah 56 Juta Ton per Tahun, Mampukah WtE Menjadi Jawaban?

Jakarta - Penanganan krisis sampah nasional melalui kebijakan Waste-to-Energy...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini