Magelang – Sebanyak 261 warga lanjut usia (lansia) dari Kecamatan Magelang Utara dan lima kelurahan yakni Kelurahan Kedungsari, Kramat Selatan, Wates, Potrobangsan dan Kramat Utara mengikuti wisuda Sekolah Lansia di Kota Magelang, Senin (22/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah Lansia yang diinisiasi Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran tersebut.
“Kalau anak sekolah mendengar ini mungkin langsung iri. Karena Bapak/Ibu semua tidak ada yang remedial, tidak ada yang ujian susulan, bahkan tidak ada yang harus tinggal kelas. Semua lulus dengan baik,” katanya yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Menurut Damar, wisuda tersebut bukan hanya menjadi simbol selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia.
Ia menilai para lansia telah memberikan teladan kepada masyarakat bahwa proses belajar dapat terus dilakukan sepanjang hayat. Karena itu, mereka diharapkan tetap aktif menjalani berbagai kegiatan positif, mulai dari berolahraga, menjaga silaturahmi, hingga terlibat dalam aktivitas sosial di lingkungan masing-masing.

Selain itu, para lansia juga diharapkan dapat menjadi sumber kearifan dan panutan bagi generasi yang lebih muda.
“Bapak/Ibu boleh menyimpan ijazahnya, tapi semangatnya jangan ikut disimpan,” pesan Damar.
Sementara itu, Kepala DPMP4KB Kota Magelang Wawan Setiadi menjelaskan bahwa Program Sekolah Lansia dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan sejahtera.
Ia menyebut program tersebut juga menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Magelang di bawah kepemimpinan Wali Kota Damar Prasetyono.
Sebelum mengikuti wisuda, para peserta menjalani delapan kali pertemuan yang berlangsung sejak 10 April 2026. Dalam setiap sesi, peserta mendapatkan pembelajaran dari berbagai narasumber yang berasal dari bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Beragam materi diberikan kepada para peserta, mulai dari kebudayaan dan fisioterapi, pemeriksaan kesehatan, pembinaan spiritual, senam lansia, tujuh dimensi lansia tangguh, pemenuhan gizi bagi lansia, hingga pengembangan hobi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Wawan mengungkapkan, jumlah peserta yang mengikuti wisuda Sekolah Lansia di seluruh Kota Magelang tahun ini mencapai 750 orang. Pemerintah daerah pun menargetkan jumlah tersebut terus bertambah pada tahun mendatang.
“Tahun depan ditargetkan mencapai 1.000 peserta,” ujarnya.

