31.6 C
Jakarta
Senin, September 28, 2026
BerandaKATA EKBISAGRIBISNISPanen Padi di Sambas Tembus 1,3 Ton per Borong, Teknologi Jadi Kunci...

Panen Padi di Sambas Tembus 1,3 Ton per Borong, Teknologi Jadi Kunci Sukses

Sambas – Penerapan inovasi teknologi pertanian di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Melalui optimalisasi lahan dan penggunaan Metode Arkansas dengan sistem tanam rapat, petani berhasil meningkatkan produktivitas padi menggunakan varietas unggulan yang memiliki masa tanam relatif singkat.

Keberhasilan tersebut terlihat dalam kegiatan panen padi Varietas Thailand Jumbo yang digelar di Desa Gelik, Kecamatan Selakau Timur, Kamis (25/6). Varietas ini hanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sejak masa tanam hingga siap dipanen dengan bantuan mesin pertanian modern.

Panen raya yang berlangsung di lahan Brigade Pangan GESER (Gelik–Seranggam) mencatat hasil yang cukup tinggi. Dari satu borong lahan, petani mampu menghasilkan sekitar 1,3 ton gabah. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mengapresiasi keberhasilan para petani yang mampu memanfaatkan teknologi pertanian sekaligus mempertahankan semangat gotong royong dalam mengelola lahan.

“Hasil panen mencapai 1,3 ton gabah dari satu borong lahan merupakan capaian yang sangat luar biasa. Keberhasilan pengelolaan lahan pertanian ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam memajukan sektor pertanian,” ungkap Heroaldi.

Meski hasil panen terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Sambas mengingatkan masih adanya tantangan yang harus dihadapi, mulai dari dampak perubahan iklim hingga kebutuhan pengembangan jaringan irigasi. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

“Setiap tahun kita terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Tidak hanya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga memastikan perawatan dan pemanfaatannya agar manfaat yang dirasakan petani dapat maksimal,” tambah Heroaldi.

Di sisi lain, Kepala Desa Gelik, Bantan Kusnata, mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen wilayah desanya merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.

Ia mengajak para petani untuk tetap mempertahankan lahan pertanian sebagai kawasan ketahanan pangan dan tidak mengalihfungsikannya menjadi perkebunan komoditas lain, seperti kelapa sawit.

“Saya berharap sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan untuk mendongkrak sektor pertanian di Desa Gelik, sehingga ke depan Gelik mampu menjadi daerah swasembada pangan di Kecamatan Selakau Timur,” pungkas Bantan.

Keberhasilan panen tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi petani di wilayah lain untuk terus mengadopsi inovasi teknologi pertanian. Dengan dukungan pemerintah, peningkatan produktivitas diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas.

Baca Juga

Fantastis! Hingga Juli 2026 Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun

katafoto, Jakarta - Penggunaan QRIS Antarnegara terus berkembang sejak...

Bea Cukai Sita Barang Impor Rp27,3 Miliar, Modus Pengelabuan Terungkap

katafoto, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)...

Danantara-Thales Jajaki Investasi AI hingga Teknologi Pasca-Kuantum di Indonesia

katafoto, Jakarta - Danantara Indonesia memperluas penjajakan kerja sama...

Jokowi Buka Kartu, Ini 10 Aktivitasnya Bersama PSI Jelang Pemilu 2029

katafoto, Bandung - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Beras Premium Langka di Ritel, Mentan Amran: Ada Mafia yang Bikin Ribut

katafoto, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini