33.5 C
Jakarta
Minggu, Juni 28, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPrabowo Ajak Ilmuwan hingga Pelaku Industri Bersatu Hadapi Ancaman AI dan Perang...

Prabowo Ajak Ilmuwan hingga Pelaku Industri Bersatu Hadapi Ancaman AI dan Perang Nuklir

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengajak kalangan perguruan tinggi, ilmuwan, peneliti, hingga pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sains dan teknologi. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan global, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence(AI).

Ajakan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/6).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia semakin terhubung. Kondisi tersebut menyebabkan setiap gejolak yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat membawa dampak langsung bagi Indonesia.

“Kita harus bersatu dan mengeluarkan segala pemikiran serta inisiatif untuk kebaikan bersama, demi survival dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Dunia kini semakin kecil karena sains dan teknologi,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan membangun hubungan baik bersama seluruh negara. Namun demikian, pemerintah tetap harus mencermati berbagai dinamika geopolitik yang berkembang di tingkat global.

Ia mengingatkan bahwa konflik berskala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang nuklir, akan memberikan dampak luas, termasuk terhadap Indonesia.

“Jika terjadi perang nuklir di belahan dunia lain, kita pasti akan terkena dampaknya. Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk terus berdiskusi dengan para rektor dan ilmuwan. Kalau perlu, setiap bulan kita bertemu. Saya butuh bertemu dengan orang-orang pintar,” tuturnya.

Presiden juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kebebasan akademik harus dimanfaatkan untuk menghasilkan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Universitas adalah tempat gagasan diperdebatkan, tempat adu pandangan, filosofi, dan inovasi. Kampus harus aktif mengembangkan sains dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat yang telah membiayai lembaga pendidikan tersebut,” tegasnya.

Prabowo menambahkan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai masukan, baik yang berasal dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

“Saya menerima semua usulan. Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai ke saya melalui TikTok pun segera saya tindak lanjuti. Kesulitan di satu desa di Nias, misalnya, bisa langsung kita selesaikan dalam waktu cepat berkat bantuan teknologi,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, keberhasilan sebuah negara maupun organisasi sangat bergantung pada keberanian menghadapi persoalan, mengakui tantangan yang ada, lalu bersama-sama mencari jalan keluarnya.

“Negara dan organisasi yang sukses adalah mereka yang berani menghadapi dan mengakui kesulitan, lalu bekerja keras mencari solusinya,” tambah Prabowo.

Selain menyoroti manfaat kemajuan teknologi, Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains memiliki sisi risiko yang harus diantisipasi. Ia mencontohkan teknologi nuklir yang memiliki manfaat besar di bidang energi, kesehatan, dan pertanian, tetapi juga dapat menjadi ancaman apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Prabowo turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat, termasuk munculnya jutaan AI Agents yang mampu bekerja secara mandiri.

“Bahkan para penemu AI sudah memberikan peringatan bahwa hal ini bisa menjadi ancaman bagi manusia. Konon kabarnya, kini sudah ada sekitar 5 juta agen AI yang bekerja mandiri dan memiliki chat room sendiri, berkomunikasi dengan bahasa kode mereka sendiri,” jelasnya.

Menutup pidatonya, Prabowo meminta para guru besar, profesor, dan ilmuwan Indonesia untuk memperdalam kajian mengenai perkembangan kecerdasan buatan agar Indonesia mampu mengikuti sekaligus menghadapi perubahan teknologi yang bergerak semakin cepat.

“Sekarang mesin bahkan bisa mengalahkan juara catur dan membuat karya luar biasa. Inilah tantangan masa depan yang harus didalami secara serius oleh para guru besar dan profesor kita,” pungkas Prabowo.

Baca Juga

Mengapa Gaji Guru Rendah? Prabowo Beberkan Penyebab Utamanya

Bangkalan - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa rendahnya gaji...

Jakbar Tak Lagi Semrawut, 11.065 Meter Kabel Udara Sudah Diputus

Jakarta - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat terus...

Usia Bukan Halangan, Sekolah Lansia Magelang Cetak 261 Wisudawan

Magelang - Sebanyak 261 warga lanjut usia (lansia) dari...

Menkeu Purbaya Sebut BBM Bisa Lebih Murah Jika Kondisi Ini Terjadi

Jakarta - Pemerintah menilai harga bahan bakar minyak (BBM)...

Harga Rumah Makin Mahal, Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun Baru

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini