Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak menggandeng Yayasan Karya Dua Anyam dalam upaya menekan angka perceraian dan kemiskinan melalui penguatan literasi keuangan bagi calon pengantin (catin). Kolaborasi tersebut dijalankan melalui Program SHE CAN, sebuah inisiatif hasil kemitraan DBS Foundation dan The Asia Foundation yang diimplementasikan bersama Yayasan Karya Dua Anyam.
Program ini bertujuan memperluas akses literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan rentan di Kalimantan Barat sekaligus membekali pasangan yang akan menikah dengan kemampuan mengelola keuangan rumah tangga.
Langkah tersebut diambil menyusul tingginya angka perceraian di Kota Pontianak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat tahun 2026, Kota Pontianak menempati peringkat kedua dengan jumlah perceraian tertinggi di provinsi tersebut, yakni mencapai 885 kasus.
Selain dipicu oleh persoalan seperti penelantaran pasangan, perjudian, dan perselingkuhan, faktor ekonomi masih menjadi penyebab yang paling dominan. Permasalahan tersebut meliputi ketidakstabilan kondisi keuangan, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, hingga konflik terkait pemenuhan nafkah keluarga.
Melalui modul literasi keuangan SHE CAN, calon pengantin dibekali keterampilan mengelola keuangan keluarga sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik ekonomi setelah menikah.
Materi pelatihan mencakup penyusunan perencanaan keuangan keluarga, penetapan tujuan finansial bersama pasangan, hingga pemahaman mengenai kesetaraan peran suami dan istri dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.

Program SHE CAN sendiri diluncurkan pada Januari 2025 sebagai kemitraan strategis antara DBS Foundation dan The Asia Foundation yang dijalankan bersama Yayasan Karya Dua Anyam. Program ini menargetkan percepatan inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan rentan secara finansial di Kalimantan Barat.
Sementara itu, DBS Foundation yang berdiri sejak 2014 merupakan wujud komitmen Bank DBS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan melalui penyediaan kebutuhan dasar sekaligus mendorong terciptanya inklusi keuangan.
Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan pihaknya mendukung penuh kolaborasi tersebut karena literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang lebih tangguh.
“Kami bangga menjadi bagian dari kemitraan strategis melalui Program SHE CAN bersama Kementerian Agama Kota Pontianak, The Asia Foundation, dan Yayasan Karya Dua Anyam untuk memperluas akses literasi dan inklusi keuangan bagi calon pengantin. Kami percaya literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial individu, keluarga dan masyarakat yang lebih tangguh. Sejalan dengan misi DBS Foundation, kami berharap modul ini dapat diadopsi lebih luas sehingga semakin banyak keluarga memiliki kesiapan finansial yang lebih baik dan dapat menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.”
Project Lead SHE CAN Yayasan Karya Dua Anyam, Riri Mahmuda, menilai kesiapan finansial sama pentingnya dengan kesiapan spiritual sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Selain kematangan spiritual, kematangan perilaku finansial merupakan bekal penting yang harus dimiliki setiap calon pengantin. Berbagai kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga kerap bermula dari persoalan ekonomi,” ujar Riri Mahmuda.
Materi Masuk Program Bimbingan Perkawinan
Sebagai bagian dari implementasi program, materi literasi keuangan akan dimasukkan ke dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang secara rutin dilaksanakan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Pontianak. Dengan demikian, edukasi dapat diterima calon pengantin sebelum mereka memasuki kehidupan rumah tangga.
Kementerian Agama Kota Pontianak menyambut baik kolaborasi tersebut. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Pontianak, Yuliansyah, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung program tersebut.
“Masalah ekonomi keluarga dan tingginya angka perceraian harus dimitigasi sejak dini. Kami siap bekerja sama demi terwujudnya keluarga yang lebih tangguh secara finansial,” tegasnya.
Program SHE CAN menargetkan 1.200 pasangan calon pengantin yang tersebar di enam KUA di Kota Pontianak.
Sebagai tahap awal pelaksanaan, kegiatan Training of Facilitator (ToF) telah digelar pada 17–18 Juni 2026. Melalui pelatihan tersebut, para penghulu dan penyuluh dibekali kemampuan sebagai fasilitator literasi keuangan.
Selain meningkatkan kapasitas di bidang pengelolaan keuangan, para fasilitator juga mendapatkan pembekalan mengenai kesetaraan gender dan inklusi sosial. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu calon pengantin membangun rumah tangga yang lebih harmonis, adil, dan memiliki ketahanan ekonomi sejak awal pernikahan.

