Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meresmikan pangkalan khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan kawasan terminal yang lebih tertata sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengemudi saat menunggu penumpang.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin. Dalam kesempatan tersebut, Dishub juga menyerahkan paket sembako, tumbler, gelas mug, serta makanan dan minuman siap saji kepada 30 pengemudi ojol yang sehari-hari beroperasi di Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Budi mengapresiasi langkah pengelola terminal yang menyediakan fasilitas khusus bagi pengemudi transportasi daring. Menurutnya, keberadaan pangkalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menata kawasan terminal agar lebih tertib.
“Selama ini para pengemudi Ojol menunggu penumpang di pinggir jalan depan terminal. Kini mereka memiliki tempat khusus yang lebih nyaman sehingga tidak lagi menggunakan area jalan yang melanggar aturan,” ujarnya dikutip dari laman berita jakarta, Jumat (3/7).
Ia menjelaskan, pangkalan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti meja, kursi, tempat pengisian daya telepon seluler, hingga dispenser air minum. Menurut Budi, fasilitas ini dapat menjadi percontohan bagi terminal lain di Jakarta dalam menyediakan area tunggu yang layak bagi pengemudi ojol.
“Upaya ini sekaligus mengurangi parkir di trotoar maupun bahu jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, mengatakan pembangunan pangkalan ojol dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengatasi kondisi kawasan terminal yang selama ini terlihat semrawut akibat pengemudi menunggu penumpang di akses masuk terminal.
“Pangkalan ini dapat menampung sekitar 30 pengemudi beserta sepeda motornya dan beroperasi selama 24 jam karena layanan Ojol di terminal juga berlangsung sepanjang hari,” ungkapnya.
Cristianto menambahkan, selain menyediakan tempat beristirahat, pengelola terminal juga memberikan kemudahan bagi para pengemudi berupa akses keluar masuk terminal tanpa dikenakan biaya parkir.
Kehadiran fasilitas tersebut mendapat respons positif dari para pengemudi. Salah satunya Leni (45), yang mengaku selama bertahun-tahun harus menunggu penumpang di pinggir jalan maupun di sekitar Gerbang Tol Pulo Gebang tanpa tempat berteduh.
“Selama ini kami sering kepanasan dan kehujanan karena tidak ada tempat berteduh. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tempat untuk memudahkan pekerjaan dan beristirahat. Kami sangat berterima kasih,” tandasnya.

