28 C
Jakarta
Kamis, Juli 9, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIResmikan B50, Prabowo Sebut Indonesia Hemat Rp170 Triliun dari Impor Energi

Resmikan B50, Prabowo Sebut Indonesia Hemat Rp170 Triliun dari Impor Energi

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peluncuran Biodiesel B50 menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satu manfaat yang langsung dirasakan adalah penghematan devisa negara yang diperkirakan mencapai Rp170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan peluncuran Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

“Jadi hari ini, saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras. Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp170 triliun. Sepuluh miliar dolar kita hemat,” ujar Presiden.

Potensi sumber daya alam dinilai sangat besar

Selain menyoroti keberhasilan program biodiesel, Presiden juga mengungkapkan kabar mengenai potensi sumber daya alam Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan.

Menurut Prabowo, tim ekspedisi ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah perguruan tinggi, serta didukung TNI baru saja menemukan cadangan emas dan berbagai mineral dalam jumlah besar di kawasan Pegunungan Papua.

Temuan tersebut, kata Presiden, menjadi modal penting untuk memperkuat perekonomian nasional di masa mendatang.

Ajak seluruh elemen bangsa menjaga Indonesia

Presiden menilai berbagai potensi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga negara dari berbagai ancaman yang dapat menghambat pembangunan.

Ia menegaskan pentingnya memberantas korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, hingga praktik perjudian daring yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.

“Masa depan kita sangat baik, sangat cerah. Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga republik kita. Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan. Harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol,” tegas Presiden.

Kesejahteraan petani disebut terus meningkat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti meningkatnya kesejahteraan petani sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan nasional.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, daya beli petani mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari bertambahnya pembelian kendaraan hingga semakin banyak petani yang mampu menunaikan ibadah umrah.

“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur dan kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus nikmati kekayaan itu,” ujar Presiden.

Pengembangan biodiesel diminta tidak berhenti di B50

Di hadapan para ilmuwan, akademisi, dan jajaran Pertamina, Presiden meminta riset serta pengembangan biodiesel terus dilanjutkan agar kandungan energi nabati dalam bahan bakar nasional semakin meningkat.

Prabowo berharap implementasi Biodiesel B50 menjadi pijakan menuju pengembangan B60 bahkan lebih tinggi di masa depan.

“Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60,” katanya.

Tokoh pengembang biodiesel akan diberi penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi, Presiden menginstruksikan agar seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan Biodiesel B50 didata untuk memperoleh tanda kehormatan.

Prabowo juga mengapresiasi perjalanan panjang pengembangan biodiesel nasional yang dimulai dari campuran B2,5 pada 2008 hingga kini mencapai B50 melalui delapan tahap pengembangan.

“Tadi saya diberi laporan dari B2,5 tahun 2008 sampai B50 tahun 2026 melalui delapan tahap. Dan tahap B50 adalah tahap ke-8 yang dilaunching oleh Presiden ke-8,” tutur Presiden.

Peluncuran Biodiesel B50 dinilai menjadi pencapaian penting dalam upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Pemerintah optimistis pemanfaatan energi nabati, didukung inovasi teknologi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga

Angka Perceraian Tinggi, Calon Pengantin di Pontianak Dibekali Literasi Keuangan

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak menggandeng Yayasan...

KPU DKI Catat 8,23 Juta Pemilih, Ada 68 Ribu Pemilih Baru di Jakarta

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mencatat...

Akhir Pekan Jangan Cuma Rebahan, Hobi Ini Bisa Bikin Pikiran Lebih Tenang

Jakarta - Kesibukan dan tekanan hidup di era modern...

Pemadaman Listrik Bikin Alat Elektronik Rusak, YLKI Sebut Konsumen Berhak Minta Ganti Rugi

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menegaskan masyarakat...

in-Lite Hadirkan 5 Zona Cahaya Unik yang Ubah Cara Orang Melihat Ruang

Tangerang - in-Lite LED kembali ambil bagian dalam pameran...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini