Jakarta – Pemutusan hubungan kerja (PHK) memang menjadi situasi yang tidak mudah bagi pekerja. Selain memengaruhi kondisi ekonomi, kehilangan pekerjaan juga kerap menimbulkan tekanan psikologis dan ketidakpastian mengenai masa depan karier.
Meski demikian, PHK bukan berarti akhir dari perjalanan profesional seseorang. Masa transisi ini justru dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi karier, meningkatkan kemampuan, serta mencari peluang kerja yang lebih sesuai dengan keahlian dan tujuan jangka panjang.
Agar peluang mendapatkan pekerjaan baru semakin besar, pekerja disarankan tidak hanya aktif melamar kerja, tetapi juga memanfaatkan berbagai program yang disediakan pemerintah. Mulai dari Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan peningkatan kompetensi, hingga layanan pencarian kerja resmi yang dapat membantu mempercepat proses mendapatkan pekerjaan.
Berikut delapan langkah yang bisa dilakukan setelah terkena PHK.
1. Manfaatkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
Bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, segera ajukan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Program ini memberikan sejumlah fasilitas, mulai dari bantuan uang tunai hingga enam bulan, akses informasi lowongan kerja, serta pelatihan kerja tanpa biaya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama masa transisi sekaligus mempersiapkan pekerja memasuki dunia kerja kembali.
2. Tingkatkan Keterampilan Melalui Pelatihan
Masa setelah PHK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi agar lebih kompetitif di pasar kerja.
Pemerintah menyediakan berbagai pelatihan melalui platform SiapKerja, Balai Latihan Kerja (BLK), maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Pekerja dapat memilih program upskilling untuk memperdalam kemampuan yang telah dimiliki atau reskilling jika ingin beralih ke bidang pekerjaan yang memiliki prospek lebih baik.
3. Perbarui Resume dengan Menampilkan Prestasi
Resume merupakan salah satu dokumen yang paling diperhatikan perekrut. Karena itu, jangan hanya mencantumkan daftar pekerjaan yang pernah dilakukan.
Tampilkan pencapaian yang dapat diukur agar perusahaan lebih mudah melihat kontribusi yang pernah diberikan. Misalnya, jelaskan keberhasilan meningkatkan penjualan, efisiensi kerja, atau pencapaian target tertentu selama bekerja.
Resume yang berorientasi pada hasil akan memberikan nilai tambah dibanding sekadar menjelaskan tanggung jawab pekerjaan.
4. Optimalkan Profil di Platform Profesional
Selain resume, profil profesional di platform digital seperti LinkedIn juga perlu diperbarui.
Lengkapi informasi pengalaman kerja terbaru, gunakan foto profesional, aktifkan fitur Open to Work, serta buat ringkasan yang menjelaskan kemampuan utama dan pengalaman kerja.
Penggunaan kata kunci yang sesuai dengan bidang pekerjaan juga akan membantu profil lebih mudah ditemukan oleh perekrut.
5. Evaluasi Arah Karier
PHK dapat menjadi momentum untuk meninjau kembali tujuan karier.
Cobalah mengidentifikasi keahlian yang dimiliki, pengalaman yang paling bernilai, serta peluang industri yang sedang berkembang. Jangan ragu mempertimbangkan sektor pekerjaan baru apabila kemampuan yang dimiliki masih relevan atau dapat diterapkan di berbagai bidang.
Kemampuan yang bersifat transferable skills sering kali membuka kesempatan bekerja di industri yang berbeda.
6. Perluas Jaringan Profesional
Relasi kerja memiliki peran penting dalam proses mencari pekerjaan. Tidak sedikit perusahaan yang merekrut karyawan melalui rekomendasi dari jaringan profesional.
Karena itu, jalin kembali komunikasi dengan mantan rekan kerja, atasan, klien, maupun relasi bisnis. Informasikan bahwa Anda sedang mencari peluang kerja baru secara profesional. Langkah sederhana ini dapat membuka akses terhadap lowongan yang belum dipublikasikan.
7. Ikuti Job Fair dan Bursa Kerja Resmi
Pemerintah daerah melalui dinas tenaga kerja secara rutin menggelar bursa kerja, baik secara langsung maupun daring.
Mengikuti kegiatan tersebut memberikan kesempatan bertemu langsung dengan perekrut, menyerahkan resume secara langsung, hingga memperoleh informasi lowongan terbaru dari berbagai perusahaan.
8. Persiapkan Diri Menghadapi Wawancara
Setelah memperoleh panggilan wawancara, lakukan persiapan secara matang.
Sampaikan alasan berakhirnya hubungan kerja dengan perusahaan sebelumnya secara profesional tanpa menyalahkan pihak mana pun. Fokuskan jawaban pada pengalaman, kemampuan, dan kontribusi yang dapat diberikan kepada perusahaan baru.
Kepercayaan diri, komunikasi yang baik, serta kesiapan menjawab pertanyaan akan meningkatkan peluang lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Cara Menggunakan Manfaat JKP BPJS Ketenagakerjaan
Peserta JKP perlu menyelesaikan beberapa tahapan administrasi agar dapat memperoleh manfaat program tersebut.
Langkah pertama adalah memastikan data PHK telah dilaporkan ke portal SiapKerja oleh perusahaan. Setelah status dinyatakan valid, peserta dapat mengajukan pencairan bantuan uang tunai yang akan ditransfer langsung ke rekening penerima.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti asesmen dan konseling karier bersama petugas Kementerian Ketenagakerjaan atau dinas tenaga kerja. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar untuk merekomendasikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Setelah seluruh data dan profil dinyatakan lengkap, peserta akan masuk ke sistem pencocokan lowongan (job matching) sehingga berpeluang memperoleh rekomendasi pekerjaan dari perusahaan yang telah terverifikasi.
Menghadapi PHK memang bukan situasi yang diharapkan siapa pun. Namun, dengan memanfaatkan program JKP, meningkatkan kompetensi, memperbarui resume, memperluas jaringan profesional, serta aktif mencari peluang kerja, kesempatan untuk kembali bekerja akan semakin terbuka.

