32.9 C
Jakarta
Minggu, Agustus 23, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHKasus HIV/AIDS di Bolmut Capai 36 Orang, Tiga Penderita Dilaporkan Meninggal

Kasus HIV/AIDS di Bolmut Capai 36 Orang, Tiga Penderita Dilaporkan Meninggal

Sulawesi Utara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 36 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dalam kurun lima tahun terakhir.

Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 33 pasien lainnya masih menjalani pengobatan dan pemantauan oleh tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, Sofian Mokoginta, mengatakan kasus HIV/AIDS ditemukan pada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari warga yang bekerja di luar daerah, pekerja seks, hingga lebih dari satu aparatur sipil negara (ASN).

“Dalam lima tahun ini kasus HIV/AIDS di Bolmut sebanyak 36 orang,” kata Sofian saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7).

Berdasarkan data Dinkes Bolmut, kasus HIV/AIDS tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Bolangitang Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 13 orang.

Adapun rincian penyebaran kasus meliputi Bolangitang Timur sebanyak 13 kasus, Bintauna tujuh kasus, Bolangitang Barat lima kasus, Pinogaluman empat kasus, Kaidipang tiga kasus, dan Sangkub satu kasus.

Dilihat dari jenis kelamin, penderita didominasi laki-laki dengan 23 kasus, sedangkan perempuan tercatat sebanyak 10 kasus.

Mobilitas Warga Dinilai Meningkatkan Risiko

Sofian menjelaskan sebagian besar pasien merupakan warga Bolmut yang bekerja di luar daerah dan terinfeksi sebelum kembali ke kampung halaman. Tingginya mobilitas penduduk, ditambah perilaku berisiko, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan agar penanganan bisa lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan,” ujar Sofian.

Dinkes Bolmut menegaskan bahwa deteksi dini serta kepatuhan menjalani terapi merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Upaya tersebut juga dinilai efektif dalam menekan risiko penularan HIV di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

Terkumpul Rp3,8 Miliar, ASN DKI Kompak Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, bantuan...

Sarjana Makin Sulit Cari Kerja? Lulusan 5 Jurusan Ini Sumbang Pengangguran Terbesar

Jakarta - Lulusan perguruan tinggi kini menghadapi persaingan yang...

Momen Langka, Sepasang Gajah Sumatera Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81

Riau - Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kasang...

Polri Kerahkan 10 Anjing K9 ke Flores, Misi Khusus Cari Korban Gempa Dimulai

Polri memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan korban pascagempa bumi...

Styles LAND Ramaikan Lippo Mall Kemang, Lomba Sihir Jadi Magnet Pengunjung

Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar memberikan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini