31.5 C
Jakarta
Kamis, Juli 9, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHKasus HIV/AIDS di Bolmut Capai 36 Orang, Tiga Penderita Dilaporkan Meninggal

Kasus HIV/AIDS di Bolmut Capai 36 Orang, Tiga Penderita Dilaporkan Meninggal

Sulawesi Utara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 36 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dalam kurun lima tahun terakhir.

Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 33 pasien lainnya masih menjalani pengobatan dan pemantauan oleh tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, Sofian Mokoginta, mengatakan kasus HIV/AIDS ditemukan pada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari warga yang bekerja di luar daerah, pekerja seks, hingga lebih dari satu aparatur sipil negara (ASN).

“Dalam lima tahun ini kasus HIV/AIDS di Bolmut sebanyak 36 orang,” kata Sofian saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7).

Berdasarkan data Dinkes Bolmut, kasus HIV/AIDS tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Bolangitang Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 13 orang.

Adapun rincian penyebaran kasus meliputi Bolangitang Timur sebanyak 13 kasus, Bintauna tujuh kasus, Bolangitang Barat lima kasus, Pinogaluman empat kasus, Kaidipang tiga kasus, dan Sangkub satu kasus.

Dilihat dari jenis kelamin, penderita didominasi laki-laki dengan 23 kasus, sedangkan perempuan tercatat sebanyak 10 kasus.

Mobilitas Warga Dinilai Meningkatkan Risiko

Sofian menjelaskan sebagian besar pasien merupakan warga Bolmut yang bekerja di luar daerah dan terinfeksi sebelum kembali ke kampung halaman. Tingginya mobilitas penduduk, ditambah perilaku berisiko, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan agar penanganan bisa lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan,” ujar Sofian.

Dinkes Bolmut menegaskan bahwa deteksi dini serta kepatuhan menjalani terapi merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Upaya tersebut juga dinilai efektif dalam menekan risiko penularan HIV di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

Akhir Pekan Jangan Cuma Rebahan, Hobi Ini Bisa Bikin Pikiran Lebih Tenang

Jakarta - Kesibukan dan tekanan hidup di era modern...

El Nino Picu Risiko Kebakaran TPA, KLH Terbitkan Surat Edaran ke Seluruh Pemda

Tangerang - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengimbau seluruh pemerintah...

BMKG: El Nino Semakin Kuat Kemarau 2026 Bakal Panjang

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi...

Siap-Siap Biaya Haji 2027 Diprediksi Naik, DPR Ungkap Penyebabnya

Jakarta - Komisi VIII DPR memperkirakan biaya penyelenggaraan ibadah...

Komnas Perempuan Bongkar Modus Kekerasan yang Sering Disamarkan sebagai Kasih Sayang

Jakarta - Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini