29.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 17, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANTerapi SNM Pertama, Pasien Gangguan Saraf Kini Tak Perlu Lagi Berobat ke...

Terapi SNM Pertama, Pasien Gangguan Saraf Kini Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri

Jakarta – Pasien di Indonesia yang mengalami gangguan berkemih akibat kerusakan saraf kini memiliki pilihan terapi baru tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Tim Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Bekasi Timur berhasil melakukan tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) pada Februari 2026.

Selain menghadirkan akses terhadap teknologi neuromodulasi berstandar internasional, pencapaian ini juga membuka peluang bagi lebih banyak pasien untuk mendapatkan terapi yang sebelumnya belum tersedia di dalam negeri.

Tindakan SNM dipimpin oleh dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS bersama tim dokter spesialis bedah saraf Primaya Hospital Bekasi Timur. Atas keberhasilan tersebut, perusahaan teknologi neuromodulasi asal Beijing, Tiongkok, PINS Medical, memberikan penghargaan kepada tim medis Primaya Hospital.

Sacral Neuromodulation merupakan terapi yang bekerja dengan memberikan stimulasi pada saraf sakral untuk membantu memulihkan fungsi kandung kemih, usus, dan organ panggul yang terganggu akibat kerusakan saraf. Berbeda dengan metode pengobatan konvensional yang berfokus pada penanganan gejala, SNM menargetkan langsung sumber gangguan pada sistem saraf.

dr. Muhamad Aulia Rahman menjelaskan, banyak pasien belum mengetahui bahwa gangguan berkemih yang dialami sebenarnya dipicu oleh kerusakan saraf sehingga kerap dianggap sebagai masalah pada kandung kemih semata.

“Sering kali kita hanya berusaha mengganti lampunya, padahal sumber masalahnya adalah aliran listrik yang tidak tersambung. Begitu pula pada pasien ini. Masalah utamanya bukan berada pada kandung kemih, melainkan pada saraf yang mengendalikan fungsi tersebut. Melalui Sacral Neuromodulation, kami memberikan stimulasi langsung pada saraf sehingga fungsi organ dapat kembali bekerja lebih optimal,” ujarnya.

Menurut dr. Aulia, prosedur SNM merupakan tindakan minimal invasif dengan durasi sekitar 30 menit hingga satu jam. Selain memberikan solusi medis, terapi ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Sebelum teknologi ini tersedia, pasien Indonesia umumnya harus mencari pengobatan ke luar negeri. Kami berharap kehadiran SNM menjadi awal berkembangnya layanan neuromodulasi di Indonesia sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh terapi yang sama tanpa harus meninggalkan negaranya,” katanya.

Keberhasilan tindakan SNM pertama ini sekaligus memperkuat layanan Brain & Neuro, salah satu Center of Excellenceyang dikembangkan Primaya Hospital dalam penanganan penyakit otak dan saraf.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pencapaian tersebut merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang dapat diakses masyarakat Indonesia.

“Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia menjadi bukti nyata pengembangan layanan Brain & Neuro sebagai salah satu Center of Excellence Primaya Hospital. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang didukung tenaga medis kompeten dan standar pelayanan terbaik agar semakin banyak pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap dr. Meizar.

Salah satu pasien yang merasakan manfaat terapi ini adalah Ratna Ira Andriyanti (40). Ia mengalami gangguan berkemih setelah mengalami kecelakaan dan sebelumnya telah mencoba berbagai pengobatan tanpa hasil karena penyebab utamanya berasal dari kerusakan saraf.

“Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya. Saya sangat terharu dan bersyukur,” tutur Ratna.

Melalui penerapan teknologi Sacral Neuromodulation, Primaya Hospital Bekasi Timur berharap semakin banyak pasien dengan gangguan fungsi kandung kemih akibat kerusakan saraf dapat memperoleh terapi modern di Indonesia, tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

Baca Juga

Pemprov DKI Hadirkan Mobil Klinik Hewan Keliling

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau operasional...

Dokter UGM Ungkap Manfaat Angkat Beban untuk Jantung dan Otak

Jakarta – Olahraga kardio seperti lari, berjalan kaki, bersepeda,...

Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Sumur Minyak, Ini Penjelasan Menkop

Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa...

Waspada, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan...

Produk Halal RI Tumbuh 6,21 Persen, BI Dorong Kolaborasi

Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

[tds_leads input_placeholder="Email kamu" btn_horiz_align="content-horiz-center" pp_msg="U2F5YSUyMHRlbGFoJTIwbWVtYmFjYSUyMGRhbiUyMG1lbnlldHVqdWklMjAlM0NhJTIwaHJlZiUzRCUyMiUyMyUyMiUzRUtlYmlqYWthbiUyMFByaXZhc2klM0MlMkZhJTNFLg==" pp_checkbox="yes" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLXRvcCI6IjMwIiwibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjQwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tdG9wIjoiMTUiLCJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMjUiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3NjgsImxhbmRzY2FwZSI6eyJtYXJnaW4tdG9wIjoiMjAiLCJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sImxhbmRzY2FwZV9tYXhfd2lkdGgiOjExNDAsImxhbmRzY2FwZV9taW5fd2lkdGgiOjEwMTksInBob25lIjp7Im1hcmdpbi10b3AiOiIyMCIsImRpc3BsYXkiOiIifSwicGhvbmVfbWF4X3dpZHRoIjo3Njd9" display="column" gap="eyJhbGwiOiIyMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTAiLCJsYW5kc2NhcGUiOiIxNSJ9" f_msg_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_input_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_btn_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_pp_font_family="downtown-serif-font_global" f_pp_font_size="eyJhbGwiOiIxNSIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" f_btn_font_weight="700" f_btn_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" f_btn_font_transform="uppercase" btn_text="Klik disini" btn_bg="#000000" btn_padd="eyJhbGwiOiIxOCIsImxhbmRzY2FwZSI6IjE0IiwicG9ydHJhaXQiOiIxNCJ9" input_padd="eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjEyIiwicG9ydHJhaXQiOiIxMCJ9" pp_check_color_a="#000000" f_pp_font_weight="600" pp_check_square="#000000" msg_composer="" pp_check_color="rgba(0,0,0,0.56)" msg_succ_radius="0" msg_err_radius="0" input_border="1" f_unsub_font_family="downtown-sans-serif-font_global" f_msg_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_input_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_input_font_weight="500" f_msg_font_weight="500" f_unsub_font_weight="500" unsub_msg="QW5kYSUyMHN1ZGFoJTIwYmVybGFuZ2dhbmFuJTIwbWlsaXMlMjBpbmkh"]

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini