28.1 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 24, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANDua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Jakarta – Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) sepanjang 2026 dalam kondisi sehat dan telah memasuki fase remaja, setelah sebelumnya juga terdokumentasi pada September 2025 di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat. 

Temuan tersebut menjadi sinyal menggembirakan karena menunjukkan proses reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami. Selain itu, habitat di kawasan Kerinci Seblat dinilai masih mampu mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup salah satu satwa kunci yang berstatus sangat terancam punah tersebut.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan keberhasilan dua anak harimau bertahan hidup hingga usia remaja merupakan indikator penting efektivitas perlindungan habitat dan pengamanan kawasan konservasi.

Menurutnya, hasil pemantauan tersebut juga menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi konservasi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemantauan dilakukan menggunakan jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis oleh tim Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat bersama Yayasan Konservasi Hutan Harimau.

Identifikasi setiap individu harimau dilakukan melalui pola loreng yang unik pada tubuhnya. Metode tersebut memungkinkan peneliti memastikan bahwa dua harimau yang terekam pada 2026 merupakan individu yang sama dengan anak harimau yang pertama kali terdokumentasi pada September 2025.

Data yang diperoleh dari kamera jebak tidak hanya digunakan untuk menghitung jumlah individu Harimau Sumatra di alam liar, tetapi juga menjadi dasar ilmiah dalam memantau keberhasilan reproduksi, tingkat kelangsungan hidup anak harimau, hingga dinamika populasi di habitat alaminya.

Meski demikian, Harimau Sumatra masih menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari perburuan liar, pemasangan jerat, kerusakan habitat, hingga konflik antara manusia dan satwa liar.

Untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut, Kementerian Kehutanan terus memperkuat strategi konservasi melalui peningkatan patroli pengamanan kawasan, penegakan hukum terhadap kejahatan tumbuhan dan satwa liar, pemantauan populasi berbasis sains, serta pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar merupakan harapan bagi masa depan konservasi Indonesia. Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia bagi generasi mendatang,” ujar Satyawan.

Baca Juga

Jakarta Travel Fair 2026 Sambangi 4 Kota, Ini Daftar Kota Tujuannya

katafoto, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas promosi...

Olahraga demi Kesehatan atau Cuma Cari Validasi di Media Sosial?

katafoto, Jakarta - Olahraga kini semakin lekat dengan budaya...

Pengangguran Masih 7,2 Juta Orang, Bursa Kerja Jakarta Tawarkan 12.000 Lowongan

katafoto, Jakarta - Sebanyak 12.000 lowongan kerja ditawarkan dalam...

Karhutla Bikin 2.604 Penerbangan Terganggu, 1.420 Pesawat Batal atau Tunda

katafoto, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini