29.4 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA BERITASENI BUDAYAKaluna Kembali ke Panggung, Home Sweet Loan The Musical Siap Menguras Air...

Kaluna Kembali ke Panggung, Home Sweet Loan The Musical Siap Menguras Air Mata Penonton

Jakarta – Setelah meraih kesuksesan sebagai novel dan film layar lebar, Home Sweet Loan karya Almira Bastari kini hadir dalam format baru sebagai pertunjukan drama musikal.

Musikal tersebut diproduksi melalui kolaborasi Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House. Pertunjukan akan digelar sebanyak 23 kali mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Berbeda dengan versi novel maupun film, Home Sweet Loan The Musical menawarkan pengalaman yang lebih emosional melalui perpaduan akting, musik, dan koreografi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperlihatkan lebih dalam perjalanan batin Kaluna, tokoh utama yang berjuang mewujudkan impian memiliki rumah di tengah tuntutan keluarga.

Kisah Kaluna kembali dihadirkan sebagai gambaran kehidupan banyak anak muda Indonesia yang harus menghadapi tingginya biaya hidup, harga properti yang terus meningkat, hingga tekanan sebagai bagian dari sandwich generation.

Kaluna Kembali ke Panggung, Home Sweet Loan The Musical Siap Menguras Air Mata Penonton

Produser Visinema Cristian Imanuell mengatakan adaptasi ini tidak sekadar memindahkan cerita dari layar ke panggung. Menurutnya, format musikal memberikan ruang lebih luas untuk mengekspresikan pergulatan emosi Kaluna melalui lagu dan gerak tari.

“Ketika dialog tidak lagi cukup menampung apa yang dirasakan, karakter menyanyikannya. Musikal ini juga mengajukan satu pertanyaan sederhana: apakah mencintai keluarga harus selalu berarti mengorbankan seluruh diri sendiri?” ujar Cristian.

Idgitaf Ciptakan Lima Lagu Orisinal

Untuk memperkuat emosi cerita, musisi Idgitaf dipercaya menciptakan lima lagu khusus berjudul Beli Sekarang, Jakarta Riuh, Satu Nafas Lagi, Amarah Seperti Apa, dan Zona Aman.

Kelima lagu tersebut bukan sekadar menjadi musik pengiring, melainkan bagian penting yang menggerakkan alur cerita.

Dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Kamis (6/8), Idgitaf mengungkapkan proses kreatif kali ini berbeda dibandingkan saat mengerjakan album pribadi. Ia lebih banyak berdiskusi dengan tim kreatif untuk memahami kebutuhan setiap adegan sebelum menyusun lirik dan melodi.

Kaluna Kembali ke Panggung, Home Sweet Loan The Musical Siap Menguras Air Mata Penonton

“Saya sangat mendengarkan arahan dan referensi dari mereka (dua penulis naskah, Widya Arifianti dan Yemima Krisantina). Saya juga punya ego sebagai penulis, yaitu liriknya harus bagus. Akhirnya kolaborasi antara lirik yang bagus dan musik yang bagus itu terjadi,” kata Idgitaf.

Dari lima lagu tersebut, Idgitaf mengaku paling menyukai Amarah Seperti Apa karena kekuatan liriknya. Sementara Satu Nafas Lagi dipilih sebagai lagu yang mewakili puncak emosi dalam pertunjukan.

Awalnya ia membayangkan lagu penutup akan dikemas secara megah. Namun setelah kembali mendalami pesan utama cerita, ia memilih pendekatan yang lebih sederhana dan intim.

“Yang dicari dalam Home Sweet Loan bukan kemewahan, tetapi rasa lega, pengakuan, dan validasi. Karena itu akhirnya lahirlah Satu Nafas Lagi. Pesannya sederhana, kita masih bisa bertahan, mungkin satu napas lagi,” ujarnya.

Libatkan Puluhan Seniman dan Live Orchestra

Drama musikal ini ditulis oleh Widya Arifianti dan Yemima Krisantina, serta disutradarai Dinda Lisa Reideka.

Menurut Dinda, tantangan terbesar dalam proses adaptasi adalah menyatukan seluruh elemen pertunjukan, mulai dari akting, musik, koreografi, hingga tata artistik agar mampu menyampaikan emosi yang sama kepada penonton.

Kaluna Kembali ke Panggung, Home Sweet Loan The Musical Siap Menguras Air Mata Penonton

“Harapannya, penonton bukan hanya mengikuti kisahnya, tetapi benar-benar merasakan setiap keputusan, keraguan, dan keberanian yang membentuk perjalanan hidupnya,” kata Dinda.

Penulis novel Home Sweet Loan, Almira Bastari, berharap versi musikal mampu menghadirkan kedekatan emosional yang lebih kuat. Ia mengatakan sejak awal kisah Kaluna memang ditulis sebagai cerminan perjuangan generasi muda mencari tempat yang bisa disebut rumah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga ruang yang memberikan rasa aman dan nyaman.

Pertunjukan ini akan dibintangi Kalya Islamadina dan Chintana Jo sebagai pemeran Kaluna. Keduanya didukung 11 pemeran utama lainnya, 24 pemain ensemble, serta lebih dari 50 insan kreatif yang terlibat dalam produksi.

Sementara dari sisi artistik, koreografi digarap oleh El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati yang akan menggambarkan dinamika kehidupan Jakarta melalui setiap gerakan para pemain. Sementara itu, aransemen musik ditangani Ivan Tangkulung yang memadukan lima lagu orisinal karya Idgitaf dengan alur dramatik pertunjukan yang akan diiringi live orchestra.

Baca Juga

Belanja Skincare hingga Aksesori Kini Lebih Hemat, Ini Layanan Baru Lion Parcel

Jakarta - Meningkatnya tren belanja online membuat masyarakat semakin...

Pemprov DKI: Pembakaran Sampah Tak Ditoleransi, Pelanggar Siap Ditindak

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat...

Pegagan dan Kencur Hitam Berpotensi Jadi Terapi Pendamping Gangguan Mata

Yogyakarta - Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan...

SD Negeri Kehilangan Murid, Mendikdasmen Ungkap 3 Penyebab Utamanya

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul...

Primaya Hospital Bekasi Utara Hadirkan 3 Layanan Unggulan

Bekasi - Memasuki usia ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini