30.9 C
Jakarta
Kamis, Oktober 29, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALTak Hanya Vaksin Malaria, BRIN Siapkan 19 Kandidat Obat Herbal

Tak Hanya Vaksin Malaria, BRIN Siapkan 19 Kandidat Obat Herbal

katafoto, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan inovasi di bidang kesehatan, energi, dan lingkungan. Salah satu fokusnya adalah mempercepat pengembangan vaksin malaria serta menerapkan teknologi pengolahan sampah yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat di tingkat rumah tangga dan desa.

Arahan tersebut disampaikan saat Prabowo menerima laporan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10).

Arif mengungkapkan, BRIN saat ini mengembangkan empat kandidat vaksin malaria. Dengan dukungan penuh pemerintah, proses pengembangan tersebut diharapkan dapat diselesaikan tiga tahun lebih cepat dibandingkan jadwal sebelumnya.

“Bapak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, riset vaksin malaria tersebut berpotensi menjadi salah satu kontribusi Indonesia dalam penanganan penyakit malaria. Penelitian juga mencakup pengembangan vaksin untuk melawan parasit Plasmodium vivax, salah satu penyebab malaria.

Selain mengembangkan vaksin, BRIN turut mendorong pemanfaatan bahan herbal sebagai alternatif pengobatan. Lembaga tersebut memiliki 19 kandidat obat herbal yang dipersiapkan untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka, yakni obat berbahan alam yang telah didukung bukti ilmiah terkait khasiat, keamanan, dan mutunya.

“Saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” ucapnya.

BRIN Dorong Teknologi Pengolahan Sampah hingga Desa

Di sektor lingkungan, Prabowo meminta hasil penelitian tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi segera diterapkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Teknologi pengolahan sampah skala rumah tangga dan desa menjadi salah satu prioritas yang didorong pemerintah.

Untuk merealisasikan arahan tersebut, BRIN akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kolaborasi ini diharapkan melibatkan perguruan tinggi dalam mendukung penerapan teknologi pengelolaan sampah di berbagai desa.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan. Karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi. Kita hanya membuat prototype, tapi kita ingin memastikan bahwa prototype yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan turut memperkuat gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden, terutama melalui penerapan solusi lingkungan yang praktis dan dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat.

Limbah Sawit Berpotensi Hasilkan Listrik 3,9 Gigawatt

Dalam pertemuan itu, Arif juga memaparkan peluang pemanfaatan limbah industri kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif. Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME), bersama tandan kosong sawit, berpotensi diolah menjadi biogas dan listrik.

Menurut Arif, potensi listrik yang dapat dihasilkan melalui konversi limbah tersebut mencapai sekitar 3,9 gigawatt. Pemanfaatannya dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Arif turut menyoroti peluang pengembangan biogas menjadi bahan bakar gas tabung sebagai salah satu alternatif untuk menekan impor LPG.

“Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ucap Arif.

BRIN Kembangkan Riset untuk Antisipasi Karhutla

Selain kesehatan, sampah, dan energi, BRIN juga terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI Angkatan Udara, BRIN mendukung Operasi Modifikasi Cuaca, termasuk melalui penggunaan es kering atau dry ice.

Arif menyebut Prabowo turut menekankan pentingnya penelitian untuk mengantisipasi karhutla dalam jangka menengah dan panjang. Riset tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat dalam menyusun langkah pencegahan.

Salah satu fokus penelitian adalah mengembangkan model perambatan api untuk memahami pola penyebaran kebakaran. Hasil riset diharapkan membantu meningkatkan kemampuan pemerintah dalam memperkirakan risiko dan menentukan strategi penanganan karhutla.

“Bapak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah, kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan, termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebenarnya sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari,” tuturnya.

Baca Juga

Produksi Garam Kalianget Tembus 1.100 Ton Sehari tetapi Tenaga Panen Kian Langka

katafoto, Sumenep -  PT Garam (Persero) melalui Pegaraman I...

Kebutuhan Beras Capai 2,5 Juta Ton per Bulan, Mentan Amran Optimistis Stok Tetap Terjaga

katafoto, Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi...

Cegah Abrasi, Kepulauan Seribu Bakal Dihijaukan dengan 105 Ribu Mangrove

katafoto, Jakarta - Sebanyak 105.000 bibit mangrove akan ditanam...

Pengangguran Masih 7,2 Juta Orang, Bursa Kerja Jakarta Tawarkan 12.000 Lowongan

katafoto, Jakarta - Sebanyak 12.000 lowongan kerja ditawarkan dalam...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini