katafoto, Jakarta – Pemerintah membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di rumah kontrakan untuk memperoleh bantuan renovasi melalui Program Bedah Rumah. Kebijakan ini memungkinkan hunian yang bukan milik pribadi diperbaiki menggunakan bantuan pemerintah, dengan sejumlah persyaratan untuk melindungi kepentingan penyewa.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, kebijakan tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki kemampuan membeli rumah dan harus menyewa tempat tinggal dalam jangka panjang. Kondisi ini banyak dijumpai di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya.
“Jadi yang punya rumah boleh, yang mengontrak pun boleh! Kenapa? Di Jakarta dan banyak kota besar, itu banyak rakyat kita itu tidak mampu ya membeli rumah, dia mengontrak terus-menerus. Kalau kita cuma membuat peraturan yang boleh diperbaiki oleh negara hanya yang punya rumah, kapan rakyat yang mengontrak ini diperbaiki,” ujar Maruarar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11).
Menurut Maruarar, kebijakan tersebut menjadi upaya memperluas jangkauan penerima bantuan agar masyarakat yang tinggal di rumah kontrakan juga bisa menikmati hunian yang lebih layak. Meski demikian, pemerintah menyiapkan aturan khusus untuk mencegah penyalahgunaan program oleh pemilik rumah.
Salah satu ketentuannya adalah pemilik rumah kontrakan harus menandatangani surat pernyataan sebelum renovasi dimulai. Dalam surat tersebut, pemilik wajib berkomitmen mempertahankan penyewa dan tidak menaikkan harga sewa selama tiga tahun setelah perbaikan rumah selesai.
“Kita terobos, tapi kita harus juga jaga kepentingannya. Jangan kita perbaiki tahu-tahu nanti biaya kontrakannya dinaikkan,” kata Maruarar atau akrab disapa Ara.
Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati rumah tersebut. Karena itu, bantuan renovasi tidak boleh justru menjadi keuntungan sepihak bagi pemilik kontrakan.
“Lindungi rakyat, jangan nanti kita perbaiki kemudian dinaikkan rakyatnya diusir dari kontrakan. Kita harus jaga rakyat kita. Kita jaga. Kalau begini bagaimana, kita lindungi. Karena ini program bukan buat pemilik kontrakan tetapi bagi rakyat. Masyarakat berpenghasilan rendah. Bukan buat program memperbaiki rumah bagi pemilik kontrakan, tetapi bagi yang mengontrak,” katanya.
Pemerintah Targetkan 400.000 Rumah Diperbaiki
Selain memperluas penerima bantuan, Maruarar meminta pelaksanaan Program Bedah Rumah di berbagai daerah dipercepat. Langkah ini diperlukan agar target pemerintah memperbaiki 400.000 unit rumah tidak layak huni dapat tercapai.
“Harapannya, program Bedah Rumah di daerah-daerah lain juga dapat segera diselesaikan sehingga target 400.000 unit rumah dapat tercapai,” ujar Ara.
Program Bedah Rumah merupakan bantuan stimulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat melalui pemberdayaan dan semangat gotong royong. Melalui program ini, masyarakat didorong memperbaiki rumah secara swadaya agar memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan kenyamanan.
Sertifikat Rumah Gratis dan Pembiayaan Usaha Keluarga
Upaya meningkatkan kesejahteraan MBR juga dilakukan melalui program lain di sektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi. Kementerian PKP bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam program pemberian satu juta sertifikat rumah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan pada 2026.
Pemerintah berharap jumlah sertifikat yang dibagikan dapat ditingkatkan menjadi tiga juta pada 2027.
Di sisi lain, Maruarar mendorong dukungan pembiayaan bagi usaha keluarga melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Salah satu upaya yang disampaikan adalah penurunan bunga pembiayaan PNM dari 22 persen menjadi 8 persen.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memperbaiki kondisi tempat tinggal, pemerintah juga perlu membantu keluarga mengembangkan usaha agar memiliki sumber pendapatan yang lebih baik.
“Sertifikatnya diberikan gratis, ekonomi keluarganya dibantu supaya usahanya maju, rumahnya dibedah,” katanya.

