29.4 C
Jakarta
Minggu, Juni 14, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANBI Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5,75 Persen untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5,75 Persen untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan penurunan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin, menjadikannya 5,75%. Penurunan ini juga diikuti dengan penyesuaian suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5% dan Lending Facility menjadi 6,5%. Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 14-15 Januari 2024.

Sebelumnya, BI mempertahankan suku bunga acuan di angka 6% selama empat bulan. Penurunan terakhir terjadi pada September 2024, dari 6,25% ke 6%. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan ini didasarkan pada proyeksi inflasi yang rendah untuk 2025 dan 2026, serta stabilnya nilai tukar rupiah.

“Keputusan ini konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi untuk 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya nilai tukar rupiah sesuai fundamental dalam pengendalian inflasi, dan perlunya upaya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Perry dalam konferensi pers hasil RDG Januari 2025 seperti dikutip dari laman berita satu di Jakarta, Rabu (15/1).

Kebijakan Makroprudensial dan Sistem Pembayaran

BI juga terus melaksanakan kebijakan makroprudensial yang akomodatif guna meningkatkan kredit dan pembiayaan perbankan, khususnya bagi sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Strategi ini mulai diberlakukan pada Januari 2025 dengan tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat perekonomian, terutama pada sektor perdagangan dan UMKM. BI berupaya memperluas akseptasi digitalisasi, memperkuat infrastruktur sistem pembayaran, dan memastikan keandalan sistem tersebut guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ditujukan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambah Perry.

Pendapat Ekonom dan Prediksi ke Depan

Sebelumnya, ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada Januari 2025. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan respons terhadap kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral AS.

“Perkiraannya tetap di 6% karena adanya antisipasi perkembangan ekonomi global, termasuk penguatan indeks DXY hingga level 109,” ujar Hosianna.

Namun, ia juga menilai ruang untuk menurunkan suku bunga semakin terbatas pada 2025, terutama karena kebijakan tarif dari Donald Trump yang dapat memperkuat dolar AS dan melemahkan mata uang negara berkembang.

“Jika rupiah tetap stabil, penurunan suku bunga tambahan kemungkinan bisa terjadi pada semester II 2025,” tambahnya.

Baca Juga

Dewan Pers Siapkan Usulan di RUU Hak Cipta, Karya Jurnalistik Harus Dilindungi

Jakarta - Dewan Pers menggelar forum dengar pendapat untuk...

Kasus Korupsi yang Menyeret Silmy Karim Berawal dari Keluhan Pelayanan Imigrasi

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Tak Sekadar Trekking, Ratusan Karyawan FIFGROUP Berhasil Kumpulkan 240 Kg Sampah

Jakarta - Sebanyak 240 kilogram sampah berhasil dikumpulkan para...

Liburan Sekolah Makin Hemat, KAI Tebar Diskon 30 Persen untuk Kereta Ekonomi

Masa liburan sekolah menjadi periode yang identik dengan meningkatnya...

Mercedes-Benz GLC EV Mengaspal, Teknologi AI hingga Dolby Atmos Jadi Andalan

Mercedes-Benz resmi membuka pemesanan awal untuk SUV listrik terbarunya,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini