28.7 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGPentingnya Edukasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas

Pentingnya Edukasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas

BaligeOtoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan, termasuk kepada para penyandang disabilitas. Hal ini merupakan salah satu prioritas penerima program edukasi keuangan yang tercantum dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025. Sinergi yang dibangun antara OJK bersama Pemerintah Kabupaten Toba tersebut merupakan bagian dari implementasi program prioritas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara tahun 2024 melalui Program Kerja Peduli Disabilitas.

“Masyarakat penyandang disabilitas perlu dibekali dengan keterampilan literasi keuangan agar menjadi lebih mandiri secara finansial dan hidup sejahtera. Kami mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk menyediakan ekosistem yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK,  Friderica Widyasari Dewi di Toba, Balige Sumatera Utara, Jumat (09/08)

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Disabilitas Cakap Keuangan, Keuangan Semakin Inklusif” ini dilaksanakan hybrid dan dihadiri oleh 350 secara  ofline serta 500 orang secara online yang berasal dari penyandang disabilitas, pelaku UMKM dan pegawai pemerintah daerah di wilayah Sumatera Utara.

“OJK berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi hak-hak penyandang disabilitas dan berpihak pada keberdayaan penyandang disabilitas untuk bisa memanfaatkan produk dan layanan keuangan. Komitmen ini ditunjukkan dengan adanya POJK 22/ 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan Pasal 8 ayat 3 dan Pasal 54 ayat 3,”ujar Friderica

OJK juga mengeluarkan POJK Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat.

Tidak hanya dari peningkatan literasi keuangan, OJK juga mendorong keuangan yang inklusif bagi kelompok segmen disabilitas dengan meluncurkan Program Satu Disabilitas Satu Rekening (TUNTAS). Harapannya dengan membuka akses keuangan maka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Toba Poltak Sitorus mengatakan, “kegiatan edukasi keuangan sangat bermanfaat bagi para penyandang disabilitas agar lebih cakap dalam mengelola keuangan pribadi dan terampil dalam memilih produk dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhannya serta memiliki kewaspadaan terhadap penawaran investasi dan pinjaman online ilegal”.

OJK dan lembaga jasa keuangan juga menyampaikan berbagai materi edukasi keuangan pada acara dimaksud. Materi yang disampaikan antara lain Pengenalan OJK, Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Tabungan Emas, dan Asuransi Sosial BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan topik yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Toba, agar dapat menjadi berdaya dan mandiri secara finansial.

Baca Juga

HPN 2026, Cak Imin Tegaskan Jurnalisme Tak Boleh Kalah oleh Algoritma

Serang - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia,...

Perjalanan Jauh Tak Lagi Drama, Destinator Bikin Anak Betah di Kabin

Pada kehidupan keluarga mobil kerap menjadi ruang kedua setelah...

Gubernur Pramono: Jakarta Siap Terapkan WFA, Layanan Publik Tetap Jalan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan akan...

Cetak Sejarah, Palembang Icon Jadi Pelopor Mal Ramah Lingkungan di Sumsel

Pusat perbelanjaan Palembang Icon, di bawah pengelolaan PT Lippo...

Kemendikdasmen Gandeng McGill dan UEA Tingkatkan Mutu Guru

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini