24 C
Jakarta
Minggu, Februari 8, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALTim Gabungan Gagalkan 21 Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Tim Gabungan Gagalkan 21 Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Jakarta – Tim Gabungan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi berbeda terkait laporan adanya pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural. Sidak berhasil menggagalkan keberangkatan 21 calon pekerja migran yang rencananya akan diberangkatkan ke Timur Tengah.

Plt. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker dan K3), Fahrurozi, mengatakan bahwa tindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat.

“Kami menerima informasi terkait pemberangkatan pekerja migran nonprosedural melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Kertajati di Majalengka. Tim bergerak cepat bersama BP2MI untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/12)

Sidak pertama pada Kamis, (12/12) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mencegah keberangkatan lima calon pekerja migran asal berbagai daerah, termasuk Trenggalek, Cirebon, Madiun, Nagekeo, dan Karawang.

“Kelima orang ini diduga menjadi korban penempatan nonprosedural dan kini ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus untuk proses lebih lanjut. Kasus ini juga akan dilaporkan ke kepolisian untuk penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujar Yuli Adiratna, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan.

Sidak kedua di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, pada Sabtu, (14/12) berhasil mencegah keberangkatan 16 perempuan yang diduga akan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar, melalui Singapura menggunakan maskapai Scoot Airlines.

“Tim kami berkoordinasi dengan Imigrasi Cirebon dan Bandara Kertajati untuk memeriksa dokumen serta meminta keterangan dari para calon pekerja migran. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mereka akan dipekerjakan di wilayah Timur Tengah, seperti Dammam, Riyadh, Jeddah, dan Qatar,” ujarnya.

Selanjutnya, 16 perempuan tersebut dibawa ke Polda Jawa Barat untuk membuat laporan resmi. Mereka akan ditempatkan sementara di shelter BP3MI Jawa Barat untuk proses pendalaman lebih lanjut sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Fahrurozi prihatin atas praktik penempatan pekerja migran secara ilegal yang masih marak terjadi, khususnya ke wilayah Timur Tengah.

“Praktik seperti ini sangat merugikan, baik bagi calon pekerja maupun keluarganya. Selain itu, tindakan ini juga mencoreng reputasi negara. Kami akan memastikan bahwa para pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku agar praktik ini dapat diberantas hingga ke akarnya,”tutupnya

Baca Juga

Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Jantung Jakarta

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah...

DJP Usut Dugaan Manipulasi Pajak, Kerugian Negara Rp583 Miliar

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Wilayah...

in-Lite Jawab Tren Hunian Modern Lewat Switch dan Socket

Jakarta - Perkembangan tren desain interior dan pencahayaan terus...

Jateng Siap Jadi Magnet Timur Tengah, Pariwisata Halal Jadi Andalan 2027

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan pengembangan pariwisata...

KPK Amankan Aset Transportasi Rp107,7 Miliar di Papua Barat Daya

Jakarta - Transportasi laut dan udara menjadi tulang punggung konektivitas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini