29 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALTim Gabungan Gagalkan 21 Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Tim Gabungan Gagalkan 21 Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah

Jakarta – Tim Gabungan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi berbeda terkait laporan adanya pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural. Sidak berhasil menggagalkan keberangkatan 21 calon pekerja migran yang rencananya akan diberangkatkan ke Timur Tengah.

Plt. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker dan K3), Fahrurozi, mengatakan bahwa tindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat.

“Kami menerima informasi terkait pemberangkatan pekerja migran nonprosedural melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Kertajati di Majalengka. Tim bergerak cepat bersama BP2MI untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/12)

Sidak pertama pada Kamis, (12/12) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mencegah keberangkatan lima calon pekerja migran asal berbagai daerah, termasuk Trenggalek, Cirebon, Madiun, Nagekeo, dan Karawang.

“Kelima orang ini diduga menjadi korban penempatan nonprosedural dan kini ditempatkan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus untuk proses lebih lanjut. Kasus ini juga akan dilaporkan ke kepolisian untuk penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujar Yuli Adiratna, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan.

Sidak kedua di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, pada Sabtu, (14/12) berhasil mencegah keberangkatan 16 perempuan yang diduga akan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Qatar, melalui Singapura menggunakan maskapai Scoot Airlines.

“Tim kami berkoordinasi dengan Imigrasi Cirebon dan Bandara Kertajati untuk memeriksa dokumen serta meminta keterangan dari para calon pekerja migran. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mereka akan dipekerjakan di wilayah Timur Tengah, seperti Dammam, Riyadh, Jeddah, dan Qatar,” ujarnya.

Selanjutnya, 16 perempuan tersebut dibawa ke Polda Jawa Barat untuk membuat laporan resmi. Mereka akan ditempatkan sementara di shelter BP3MI Jawa Barat untuk proses pendalaman lebih lanjut sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Fahrurozi prihatin atas praktik penempatan pekerja migran secara ilegal yang masih marak terjadi, khususnya ke wilayah Timur Tengah.

“Praktik seperti ini sangat merugikan, baik bagi calon pekerja maupun keluarganya. Selain itu, tindakan ini juga mencoreng reputasi negara. Kami akan memastikan bahwa para pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku agar praktik ini dapat diberantas hingga ke akarnya,”tutupnya

Baca Juga

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-Sapu Berhasil Dijaring di Perairan Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan...

Terungkap, Ini Alasan Para Profesional Mau Datang ke Event Offline

Jakarta - Acara tatap muka seperti konser, festival kuliner,...

Tak Lagi Nol Persen, Ini Skema Pajak Baru untuk Mobil Listrik

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menetapkan aturan...

Transaksi ke China Makin Mudah, QRIS Indonesia Segera Terhubung

Jakarta -Bank Indonesia (BI) bersiap meresmikan implementasi pembayaran lintas...

Gletser Puncak Jaya Menyusut, Dunia Masuk Krisis Iklim?

Yogyakarta - Lapisan es abadi yang selama ribuan tahun...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini